Suara.com - Skizofrenia adalah gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan ini menyebabkan penderita skizofrenia mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku. Selama ini, pemeriksaan skizofrenia hanya meliputi kesehatan mental saja.
Padahal disampaikan Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ(K) dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, penderita skizofrenia juga berisiko tinggi mengalami penyakit kardiometabolik. Bahkan, risiko kematian yang tinggi terkait skizofrenia menurutnya disebabkan karena risiko kardiometabolik.
"Sekitar 88 persen penderita skizofrenia berisiko mengalami penyakit kardiometabolik. Sebagian besar mengalami hipertensi, lalu kegemukan yang mengarah ke penyakit jantung hingga diabetes," ujar Hervita saat memaparkan hasil disertasinya dalam 'Ekspo Disertasi Inovasi Bidang Kesehatan' di Jakarta, Jumat (9/11/2018).
Menurut Hervita, selama ini penanganan pada penderita skizofrenia hanya melihat aspek kesehatan mental saja. Padahal mereka merupakan kelompok berisiko mengidap penyakit kardiometabolik. Kondisi ini dapat dipicu gaya hidup, aspek kerentanan genetik, obat-obatan, stigma, dan disabilitas yang dialami pasien skizofrenia.
"Jadi melalui penelitian saya, perlu dikembangkan layanan terpadu bagi orang dengan skizofrenia disertai risiko kardiometabolik di fasilitas kesehatan tersebut. Kalau terdiagnosis skizofrenia, mereka juga harus diperiksa risiko penyakit kardiometaboliknya," tambah dia.
Selain Hervita, ada lima peneliti di bidang kesehatan yang memaparkan hasil disertasinya dalam ajang Ekspo Disertasi. Disampaikan Kepala Balitbangkes Kemenkes, Ekspo Disertasi ini merupakan perhelatan akbar Kemenkes dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-54. Ekspo Disertasi ini menunjukkan keberhasilan pengembangan SDM kesehatan sekaligus ajang diseminasi hasil disertasi yang mempertemukan para doktor dengan stakeholder.
"Ekspo Disertasi ini merupakan helatan ketiga, setelah sebelumnya Parade Doktor diselenggarakan pada tahun 2015 dan 2017. Diikuti oleh doktor lulusan tahun 2017 -2018 di seluruh unit kerja Kementerian Kesehatan. Tahun 2018 memiliki format yang berbeda karena tahun ini seluruh ringkasan eksekutif disertasi para doktor dihimpun dalam e-Katalog disertasi," tandas dia.
Melalui Ekspo Disertasi, enam doktor akan memberikan presentasinya. Sebanyak enam disertasi disajikan dalam presentasi oral dan disertasi lainnya disajikan dalam poster.
Baca Juga: Buang Bayi di Halaman Warga, Sang Orangtua Tuliskan Sepucuk Surat
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan