Suara.com - Seorang lelaki asal Inggris meninggal karena rabies. Penyebabnya, ia digigit oleh kucing saat liburan di Maroko.
Public Health England menyebut lelaki tersebut sedang berjalan-jalan di Maroko, dan mengalami kontak dengan kucing. Sialnya, kucing tersebut ternyata terinfeksi rabies.
Tak lama setelah pulang ke Inggris, lelaki tersebut dilarikan ke rumah sakit. Namun karena infeksi rabies sudah terlanjur menyebar, nyawanya tak tertolong.
"Ini merupakan pesan penting yang mengingatkan kita tentang mengapa harus melakukan imunisasi sebelum pergi ke negara yang memiliki kasus rabies," ujar Dr Mary Ramsay dari Public Health England, dikutip dari BBC.
Kasus ini menjadi kematian karena rabies kelima dalam 17 terakhir di Inggris. Selain kucing, anjing dan kelelawar juga diketahui bisa menularkan rabies.
Negara-negara di Asia dan Afrika saat ini masih menjadi daerah endemis rabies. Aljazair, Maroko, dan Tunisia merupakan tiga negara Afrika dengan tingkat infeksi rabies paling tinggi.
4 dari 10 korban meninggal akibat rabies adalah anak-anak. Hal tersebut terjadi karena anak-anak lebih rentan dan tidak tahu jika dirinya hidup di sekitar binatang berbahaya pengidap rabies.
Rabies sendiri merupakan penyakit mematikan dengan tingkat kematian di atas 90 persen. Meski begitu, rabies bisa dicegah dengan melakukan imunisasi.
Baca Juga: Kucing Rabies di Arena AG 2018, DPRD: Era Ahok Dulu Bersih
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga