Suara.com - Kebanyakan ibu pasti akan membersihkan dot, empeng, dan perlengkapan bayi lainnya dengan cara mencucinya menggunakan sabun khusus, dan kalau perlu dilakukan proses sterilisasi sesudahnya. Tujuannya, supaya perlengkapan bayi ini higienis, terutama saat masuk ke dalam mulut bayi. Tapi, percayakah Anda, ada sebuah penelitian baru yang mengklaim bahwa cara terbaik membersihkan dot bayi ternyata adalah dengan cara mengisapnya. Dikatakan, hal itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan membantu mencegah mereka mengembangkan alergi.
Hasil penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tahunan American College of Allergy, Asthma, and Immunology di Seattle, Washington, menyebut bahwa orangtua yang mengisap dot anak mereka sebagai cara membersihkannya, dibandingkan dengan metode lain seperti mencuci, secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan bayi mereka di tahun pertama kehidupannya.
Para peneliti percaya bahwa hal ini adalah efek dari perpindahan mikroba sehat dari mulut orangtua ke anak mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh penyedia layanan medis Henry Ford Health System di Detroit ini melibatkan 128 ibu dari bayi, yang diwawancarai selama 18 bulan, dengan menanyakan cara mereka membersihkan dot anak mereka.
Sebanyak 72 persen ibu mengatakan bahwa mereka membersihkan dot dengan cara mencucinya pakai sabun, dan 12 persen membersihkan dengan cara mengisapnya.
Dilansir dari laman The Independent, bayi yang ibunya menggunakan metode pembersihan terakhir, memiliki tingkat Immunogloblin E (IgE) yang lebih rendah, yang merupakan jenis antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh yang menempatkan seseorang pada risiko tinggi mengembangkan alergi dan asma.
"Kami menemukan bahwa orangtua yang mengisap dot anaknya akan berpengaruh pada kadar IgE yang rendah, ketika anak berusia sekitar 10 bulan dan berlanjut hingga 18 bulan," kata ahli alergi Edward Zoratti, salah seorang peneliti.
Peneliti lainnya, Eliane Abou-Jaoude, menambahkan bahwa mengekspos anak-anak dengan mikroorganisme tertentu sejak dini juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.
"Kami tahu bahwa paparan mikroorganisme tertentu di awal kehidupan merangsang pengembangan sistem kekebalan tubuh yang dapat melindungi terhadap penyakit alergi nanti," katanya.
Baca Juga: Wulan Guritno: Meski Model, Paula Verhoeven Itu Rajin Ibadah
"Mengisap dot adalah salah satu cara orangtua mentransfer mikroorganisme yang sehat kepada anak-anak mereka. Penelitian kami menunjukkan hubungan antara orangtua yang mengisap dot anak mereka dan anak-anak dengan tingkat IgE yang lebih rendah."
Berita Terkait
-
Rekomendasi Sikat Botol dan Dot Bayi Terbaik, Aman dan Ramah Budget
-
Jadi Incaran Ibu-ibu Baru, Ini 4 Variasi Botol Susu Hegen Beserta Harganya dari yang Termurah
-
Ulasan Novel Green Dot: Cinta Obsesif dan Pencarian Jati Diri
-
Baby Lily Pakai Barang Rp70 Ribuan Bikin Netizen Tergiur: Masih Wajar Harganya, Besok Gue Beli Dua!
-
Pamer Foto Lagi Ngedot, Ghea Youbi Tuai Cibiran: Jijik Banget!
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius