Suara.com - Konsumsi daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke dan penyakit jantung. Namun dengan cara ini, Anda bisa mengurangi efek negatif konsumsi daging merah lho!
Daging merah seperti dalam sajian burger dan steak memang begitu menggiurkan di lidah. Namun konsumsi daging merah ini dikaitkan dengan beragam risiko penyakit seperti penyakit jantung dan stroke.
Peneliti dari Pusat Klinik Cleveland menemukan bahwa konsumsi daging merah secara teratur dapat meningkatkan senyawa penyebab penyakit jantung lebih dari 10 kali. Senyawa organik yang dikenal sebagai TMAO (trimethylamine N-oxide) memang disebut-sebut meningkatkan risiko stroke, serangan jantung dan kematian dini.
Studi ini menemukan bahwa kadar bahan kimia berbahaya ini meningkat tiga kali lipat jika seseorang selama satu bulan mengonsumsi daging merah. Bahkan dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan non daging atau sayuran, pemakan daging merah memiliki risiko sepuluh kali lipat.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti melibatkan 113 peserta yang diberi makan daging merah, daging ayam, ikan atau sumber protein non-daging. Setelah satu bulan diminta mengonsumsi daging merah, sebagian besar peserta studi mengalami peningkatan kadar TMAO dalam darah dan urinnya.
"Rata-rata, kadar TMAO dalam darah dan urin meningkat sekitar tiga kali lipat selama diet daging merah, dibandingkan dengan mereka yang makan daging putih atau non-daging, bahkan beberapa pasien menunjukkan peningkatan sepuluh kali lipat," ujar dr Stanley Hazen dari Klinik Cleveland, dikutip dari NY Post.
Tapi kabar baiknya Anda bisa menurunkan risiko tersebut hanya dengan mengurangi konsumsi daging merah selama satu bulan ke depan. Hazen mengatakan setelah responden menghentikan diet daging merah, kadar TMAO dalam darah dan urine mereka turun kembali.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan ginjal dapat mengeluarkan senyawa yang berbeda tergantung pada diet yang dikonsumsi selain garam dan air. Dengan mengurangi konsumsi daging, maka ginjal menetralisir kadar TMAO dalam urin dan darah sehingga risiko negatifnya pun menurun," kata dia.
Hazen juga melihat bagaimana penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan menargetkan jalur mikroba usus yang mengubah karnitin menjadi TMAO. Karnitin sendiri kerap digunakan dalam minuman energi dan suplemen yang dapat mendorong produksi TMAO.
Baca Juga: Mencekam, Mapolsek Ciracas Dibakar Sekelompok Orang Tak Dikenal
Peneliti menemukan bahwa sayur dapat menekan produksi TMAO bahkan ketika mereka mengumsi minuman berenergi yang mengandung karnitin sekalipun. Hal ini berbanding terbalik dengan mereka yang mengonsumsi daging merah.
“Sungguh luar biasa vegan dan vegetarian hampir tidak bisa memproduksi TMAO dari diet karnitin. Jadi bagi Anda yang ingin mengurangi efek negatif dari konsumsi daging merah coba hentikan konsumsinya selama satu bulan dan perbanyak asupan sayuran," tandas dia.
Berita Terkait
-
Berapa Lama Nilai Gizi dalam Daging Wagyu Beku Bertahan?
-
Ini 3 Tips Rahasia Masak Steak Wagyu Lezat di Rumah
-
Steak Lovers Wajib Baca, Ini Cara Mudah Pilih Daging Wagyu yang Berkualitas
-
Kombinasi Daging Jepang dan Sambal Matah, Siapa Mau Coba?
-
Doyan Barbeque, Ini Tips Hindari Daging Mengerut Saat Dipanggang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya