Suara.com - Jika badan kamu terasa pegal, lelah atau tegang, alternatif yang bisa kamu pilih adalah pijatan.
Pijatan terbukti bisa memberikan manfaat fisik dan psikologis. Dilansir medical daily, pijatan bisa memperbaiki mental.
Pijat bisa mengembalikan mood. Hal ini sesuai dengan penelitian dari Emory University. Ahli pijat menyatakan pentingnya sentuhan untuk memberikan rasa nyaman.
Selain pijatan bermanfaat buat kesehatan mental, berikut beberapa manfaat lainnya.
1. Meredakan nyeri dan rasa sakit
Pijat bisa membantu mengurangi rasa sakit pada otot, misalnya sakit punggung karena seharian duduk di kantor. Pasien yang didiagnosis mengalami fibromyalgia dan arthritis dapat berbicara dengan dokter untuk melakukan terapi pijat.
2. Memperbaiki kualitas tidur
Penelitian oleh University of Miami School of Medicin mengatakan responden mengalami penurunan gangguan tidur setelah melakukan pijat 30 menit per minggu.
Pijatan juga bisa meningkatkan kadar serotonin yang punya peran penting dalam mengatur siklus tidur kita.
3. Mengobati cedera olahraga
Tidak hanya mempercepat pemulihan, pijatan juga mengurangi peradangan serta meningkatkan fleksibilitas otot.
Eva Carey, direktur terapi pijat nasional untuk perusahaan Zeel mengatakan pijatan bisa menyembuhkan dan mencegah cedera serta meningkatkan daya tahan.
4. Meningkatnya sistem kekebalan tubuh
Mark Rapaport, seorang profesor dan ketua ilmu psikiatri dan perilaku di Emory University mengatakan pijatan bisa meningkatkan sirkulasi sel darah putih melalui penelitian oleh Cedars-Sinai Medical Center.
Jadi, jika kamu mengalami pegal, cedera atau masalah otot, pijat bisa jadi alternatifmu.
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius