Suara.com - Memiliki anak ternyata dapat meningkatkan risiko seorang perempuan mengidap penyakit jantung yang mematikan sebesar 14 persen. Menurut hasil studi terkini yang dilakukan tim dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Tiongkok, kehamilan dan persalinan menyebabkan tekanan permanen pada tubuh perempuan.
Kondisi ini membuat mereka lebih mungkin menderita stroke atau penyakit jantung di kemudian hari dengan risiko meningkat setiap pertambahan satu anak. Pemimpin studi, Dr. Dongming Wang, mengatakan bahwa dokter harus terus mengawasi perempuan setelah menjadi ibu dan menyarankan mereka untuk menghindari kebiasaan gaya hidup yang buruk.
"Merokok, tidak aktif, pola makan yang buruk dan kelebihan berat badan meningkatkan risiko masalah jantung. Hal ini harus dihindari perempuan setelah menikah," ujar Wang dilansir dari NYPost.
Untuk mendapatkan temuan ini, studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventative Cardiology menganalisis data lebih dari 3 juta perempuan di Tiongkok. Mereka menemukan jantung bekerja lebih keras selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan anak.
"Kehamilan dapat menyebabkan peradangan di tubuh dan penumpukan lemak di sekitar perut, di dalam darah dan di arteri. Perubahan ini bisa memiliki efek permanen pada sistem kardiovaskular, yang mengarah ke risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi di kemudian hari," tambah dia.
Studi ini menemukan setiap pertambahan satu anak, risiko perempuan mengidap penyakit jantung meningkat empat persen dan risiko mengalami stroke meningkat hingga tiga persen.
"Perempuan harus tahu bahwa memiliki anak dapat meningkatkan peluang mereka untuk mengidap penyakit jantung atau stroke di masa depan dan lebih banyak kehamilan juga semakin berisiko," tambah dia.
Meski demikian Wang mengatakan memiliki anak tidak selamanya buruk bagi kesehatan perempuan. Menjadi seorang ibu, misalnya, dapat melindungi kaum hawa dari risiko mengidap kanker payudara di kemudian hari.
"Ini memperkuat pesan bahwa perempuan seharusnya tidak mengabaikan pentingnya gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung mereka meski hal ini dapat menjadi lebih sulit dengan banyak anak yang harus dijaga," tandas dia.
Baca Juga: iPhone Masa Depan Bakal Gabungkan Teknologi Pemindai Wajah dan Jari ?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga