Suara.com - Naiknya berat badan mungkin menjadi salah satu hal yang dihindari bebebapa orang. Namun, jika Anda pekerja kantoran yang sedang melakoni diet, bisa jadi kenyataan tak sesuai dengan ekspektasi yang Anda harapkan.
Pasalnya, beberapa kebiasaan pekerja kantoran disebut lebih memungkinkan untuk menambah berat badan. Salah satunya adalah terlalu lama duduk setiap hari yang bisa menjadi pemicunya.
Padahal, terdapat 5 faktor lain yang membuat pekerja kantoran berpotensi bertubuh gemuk. Berikut ini daftarnya, dikutip dari The Health Site:
1. Sering keluar makan siang
Ketika Anda makan siang dengan teman-teman, Anda cenderung menirukan teman dan akhirnya menambah makanan penutup, bahkan ketika Anda sudah tidak lapar. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Obesity menemukan bahwa orang yang membawa makanan yang dibungkus untuk siang hari bisa menurunkan lebih banyak berat badan daripada yang sering makan di luar.
2. Kantor tidak berjendela
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, duduk di sebuah ruangan yang tidak berjendela dan tidak mendapatkan sinar matahari dapat membuat Anda bertambah gemuk. Cahaya pagi membuat jam lapar tubuh Anda berdetak secara normal. Sebaliknya, tidak mendapatkan cukup sinar matahari dapat menyebabkan resistensi insulin serta peningkatan nafsu makan.
3. Kantor terlalu dingin
Banyak kantor memiliki AC. Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Obesity Reports, respons tubuh Anda terhadap suhu dingin adalah menyimpan lemak untuk insulasi. Jadi, jika AC di kantor Anda dinyalakan, Anda akan cenderung menambah berat badan, meskipun Anda membatasi kalori.
Baca Juga: Keluarga Andi Arief Polisikan PSI dan Komisioner KPU
4. Makan saat stres
Ketika Anda sedang stres, tubuh Anda melepaskan hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan sehingga membuat Anda menginginkan makanan berlemak dan bergula. Kondisi ini pun memperlambat metabolisme Anda.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sports Medicine disebutkan, jika Anda selalu stres, Anda akan membakar lebih sedikit kalori.
5. Rekan kerja mengalami obesitas
Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania menyebutkan, jika teman kantor Anda kelebihan berat badan, Anda akan menghadapi dua kali lipat risiko bertambahnya berat badan. Itu karena biasanya teman Anda tersebut akan memengaruhi Anda untuk makan lebih banyak junk food dan memilih kebiasaan yang kurang sehat.
Sumber: Himedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Berita Terkait
-
AAKI Bahas WFH ASN, Solusi Efisiensi di Tengah Krisis Energi Global
-
Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja
-
Hadiah Prabowo dari Jepang-Korsel, Kantongi Komitmen Investasi Rp 575 Triliun
-
Viral Lowongan Babysitter Gaji Rp8,5 Juta di Bekasi, Bikin Dokter ICU hingga Lulusan S2 Rebutan
-
14 Cara Mudah Menghilangkan Ngantuk untuk Pekerja Kantoran Tanpa Kopi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS