Suara.com - Jamie Kaye Parker, perempuan asal Oklahoma, Amerika, mengklaim bahwa anak perempuannya menderita limfoma non-Hodgkin. Ia mengatakan bahwa kanker tersebut diderita anaknya sejak 2016, saat anaknya berusia 7 tahun.
Parker mulai melakukan riset online setelah anaknya mengeluh sakit perut saat itu. Dan ia akhirnya mengatakan kepada si kecil bahwa dirinya menderita kanker. Dia bahkan mencukur rambut anaknya demi membuat kesan yang kuat bahwa sang anak memang benar-benar terkena kanker.
Melansir dari Inside Edition, kepala polisi daerah, Jim Weir mengatakan, "Mengatakan putrimu bahwa dia memiliki penyakit yang membunuhnya di masa depan adalah pelecehan terhadap anak."
Tak tanggung-tanggung, Parker jugan mengunggah di media sosial tentang 'perjuangan' palsu sang anak dalam melawan kanker.
"Kepada semua teman dan keluarga, kami akan berpartisipasi dalam OKC Light the Night Walk 20 Oktober untuk menunjukkan dukungan bagi putri saya," begitu tulis Parker.
"Jika ada yang ingin berpartisipasi atau bahkan menyumbang untuk membantu menemukan obat limfoma, silahkan kontak saya," tutupnya.
Dari hasil sumbangan tersebut, Parker diduga berhasil mengumpulkan uang dan barang-barang lainnya senilai Rp 49 juta. Uang tersebut dikumpulkan dalam toples donasi yang ditinggalkan di sebuah bisnis lokal selama dua tahun terakhir.
Tapi tentu saja penipuan Parker tidak bertahan lama. Dilansir dari Himedik, Parker akhirnya ditangkap polisi dan didakwa dengan pasal pelecehan anak dalam lingkungan medis dan menerima sumbangan dengan alasan palsu.
Jika terbukti bersalah atas pelecehan anak, dia akan mendapatkan hukuman seumur hidup di penjara. Saat ini, Parker ditahan di Pusat Penegakan Hukum Kabupaten Grady dengan denda Rp 141 juta. Sampai segitunya ya cari uang? (Yuliana Sere)
Baca Juga: Mangkrak di Era SBY, Kalimantan Akhirnya Akan Punya Tol Pertama Kalinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?