Suara.com - Di era seperti sekarang, ponsel bukan lagi sebatas kebutuhan orang dewasa, namun anak-anak. Bahkan tak sedikit kegiatan sekolah yang dibagikan lewat grup WhatsApp yang bisa diakses menggunakan ponsel.
Memberikan ponsel pada anak tentu membuat orangtua khawatir jika disalahgunakan. Tak sedikit orangtua yang diam-diam memeriksa ponsel buah hatinya. Namun bolehkah tindakan seperti itu?
Menurut psikolog anak dan keluarga, Ayoe P. Sutomo, sebaiknya orangtua meminta izin terlebih dahulu jika akan memeriksa ponsel anaknya. Pasalnya, memeriksa secara diam-diam justru menjadi tanda bahwa orangtua tak percaya pada buah hatinya.
"Peran orangtua ketika punya anak remaja itu bergeser dari membimbing jadi teman diskusi. Kalaupun mau pinjam HP tanya dulu ke anak boleh gak sih. Kalau boleh silakan. Kalau tidak kita harus hargai," ujar Ayoe P. Sutomo dalam temu media di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).
Ayoe P. Sutomo mengatakan, cukup aneh memang jika anak tidak mau memberikan ponselnya pada orangtua jika tidak ada yang disembunyikannya. Namun tetaplah berpikir positif sembari melakukan pendekatan untuk mencari tahu alasannya.
Jika komunikasi dasar yang terbangun antara anak dan orangtua tidak terjalin dengan baik, bisa jadi anak kurang percaya dalam meluapkan perasaannya pada orangtua. Itu sebabnya, penting bagi orangtua agar menjalin kedekatan yang hangat dengan buah hatinya yang beranjak remaja.
"Kalau komunikasi dasar terjalin sudah bagus, orangtua bisa tanya ke anak, kenapa nggak boleh lihat HP-nya. Namun kalau tidak, kita bisa masuk dengan memberi pendapat. Jangan dipaksa, karena hubungan jadi lebih menjauh," imbuhnya.
Penolakan dari anak ini membuat orangtua harus belajar menghargai keputusannya sembari melakukan pendekatan untuk membuat anak terbuka. Namun, menurut Ayoe P. Sutomo penolakan seperti ini wajar karena bagian dari perkembangan remaja yang membutuhkan privasi.
Baca Juga: Kesaksian Warga Terkait Detik-detik Rumah Ketua DPR Terbakar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi