Suara.com - Anak Gemuk Ternyata Bisa Alami Stunting Juga Lho.
Stunting merupakan masalah penting yang harus menjadi perhatian orangtua. Gangguan kesehatan pada anak ini merupakan kondisi dimana anak kekurangan nutrisi yang seimbang sehingga tumbuh kembangnya mengalami gangguan.
Nah, stunting bisa dilihat saat seorang anak cenderung tidak setinggi teman-teman sebayanya. Ahli Gizi dari Youvit, Rachel Olsen mengungkap bahwa anak yang menderita stunting tidak hanya mereka yang bertubuh kurus saja, tapi anak yang terlihat gemuk pun bisa mengalami stunting.
"Kebanyakan dari kita mengira, wah anaknya gemuk, ini berarti sehat. Mereka maaih aktif, bisa main tidak seperti orang sakit. Tapi bisa saja mereka juga mengalami stunting. Justru anak gemuk paling banyak yang kekurangan jumlah vitamin dan mineral," ungkap dia dalam acara Youvit Media & Community Fit Kids di Jakarta, Senin (25/2/2019).
Lebih lanjut, Rachel menjelaskan bahwa anak-anak yamg gemuk, cenderung obesitas mengonsumsi terlalu banhak kalori dan makanan yang tidak seimbang. Seperti gorengan, makanan cepat saji, makanan manis hingga biakuit-biskuitan yang mengandung lemak trans yang berbahaya.
Hal ini, jika tidak ditangani segera, akan mempengaruhi pertumbuhannya hingga dewasa nanti. Selain tinggi tubuh yang pendek, penderita stunting juga biasanya mengalami kesulitan dalam belajar, kemampuan koginitif yang lemah, mudah lelah, tidak seaktif anak-anak seusianya, rentan terhadap penyakit infeksi dan masih banyak lagi.
Agar bisa membuat anak-anak yang gemuk memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, kata Rachel, ini harus dimulai dari kesadaran ibu terlebih dahulu.
"Untuk anak jangan sampai pakai diet-diet ketat seperti orang dewasa. Lebih produksi dan siapkan makanan sehat untuk anak, hindari makanan goreng, fast food, makanan manis, biskuit ang mengandung lemak trans, karena mentega yang dibuat industri tidak alami, itu yan akan membuat mrk obesitas," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, jangan peenah lelah untuk mengenalkan anak pada sayur dan buah, agar mereka memiliki kebiasaan sehat hingga dewasa, untuk terhindar dari berbagai penyakit tidak menular saat mereka dewasa.
Baca Juga: Menang Oscar, Begini Puitisnya Komentar Rami Malek Soal Nyetir
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan