Suara.com - Orang tua dari seorang lelaki yang meninggal akibat kecelakaan saat bermain ski, diberi izin hakim untuk mengambil sperma putra mereka untuk melanjutkan garis keturunan keluarga mereka.
Kadet Akademi Militer AS Peter Zhu (21) dinyatakan meninggal pada hari Rabu, empat hari setelah warga California itu terlibat dalam kecelakaan saat bermain ski di West Point yang mematahkan tulang punggungnya dan memotong oksigen ke otaknya. Pada hari Jumat lalu, Monica dan Yongmin Zhu mengajukan petisi ke pengadilan mengambil sperma putra mereka sebelum organ-organnya diambil untuk sumbangan.
"Kemungkinan mempertahankan sebagian dari anak kami yang mungkin hidup. Sore itu, seluruh dunia kita runtuh di sekitar kita," tulis Zhus dalam petisi di Westchester County, yang mengutip keinginan Peter untuk membesarkan lima anak pada suatu hari.
"Kami putus asa untuk memiliki sebagian kecil dari Peter yang mungkin hidup terus dan terus menyebarkan sukacita dan kebahagiaan yang Peter beli untuk seluruh hidup kita," petisi melanjutkan.
Zhus mengatakan, kepada pengadilan bahwa Peter adalah satu-satunya anak lelaki dalam keluarga mereka. Jika mereka tidak dapat memperoleh sperma, tidak mungkin untuk melanjutkan garis keturunan keluarga dan nama keluarganya akan mati.
Akhirnya, seorang hakim menerima permintaan dan mengarahkan Pusat Medis Westchester untuk mengambil sperma dan menahannya hingga sidang pengadilan pada 21 Maret mendatang.
"Seperti yang Anda harapkan, itu adalah hasil yang sangat pahit bagi keluarga dan karena menghormati privasi mereka, kami tidak dapat mendiskusikan lebih jauh saat ini," kata pengacara keluarga, Joe Williams.
Westchester Medical Center tidak mengomentari kasus ini tetapi mengeluarkan pernyataan.
"Dari waktu ke waktu, seperti kebanyakan rumah sakit, Westchester Medical Center dihadapkan dengan situasi hukum dan etika yang kompleks di mana bimbingan dari pengadilan sesuai dan dihargai. Westchester Medical Center bersyukur keluarga mencari pengadilan dalam menghadapi masa yang sulit," tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga: Agar Bisa Hamil, Perempuan Ini Sengaja Dibuat Alergi pada Sperma Suami
Pada tahun 2018, American Society for Reproductive Medicine mengeluarkan pedoman moral untuk koleksi jaringan reproduksi anumerta. Mereka mengklaim bahwa itu dibenarkan jika diizinkan secara tertulis oleh orang yang meninggal. Jika tidak, masyarakat mengatakan program medis seharusnya hanya mempertimbangkan permintaan dari pasangan atau pasangan yang masih hidup. [Metro]
Berita Terkait
-
Agar Bisa Hamil, Perempuan Ini Sengaja Dibuat Alergi pada Sperma Suami
-
Khusus Lelaki, Makan Buah Tomat Bagus untuk Sperma Lho!
-
Studi Terbaru: Lelaki yang Mengisap Ganja Punya Sperma Lebih Banyak
-
Cairan Sperma Berwarna Kemerahan, Berbahayakah?
-
6 Mitos dan Fakta Seputar Sperma Laki-laki yang Perlu Diketahui
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial