Suara.com - 4 Gaya Hidup Orang Tua yang Punya Dampak Buruk bagi Anak
Perubahan gaya hidup pasti dialami pasangan ketika menjadi orang tua. Hati-hati, beberapa gaya hidup sebaiknya ditinggalkan, agar anak tak kena dampak buruknya.
Dikutip Himedik dari World of Buzz, seorang dokter asal Malaysia membagikan beberapa pilihan gaya hidup orang tua yang justru membahayakan kesehatan anak. Apa saja?
1. Tidak imunisasi
Ini menjadi pilihan gaya hidup yang paling mengerikan yang dilakukan orang tua di dunia. Dr Khiddir, seorang praktisi medis yang berbasis di Kuala Selangor berbagi pemikirannya tentang masalah ini.
"Informasi yang salah tentang vaksin adalah tindakan tidak bertanggung jawab oleh anti-vaksin," katanya.
Tidak imunisasi bisa mengancam kesehatan anak karena tidak hanya akan memengaruhi anak yang anti-vaksin, tetapi juga anak lain yang bergaul dengan mereka.
"Jika tren penolakan vaksin ini berlanjut, ada kemungkinan penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksin akan terus meningkat dan semua upaya oleh Kementerian Kesehatan akan sia-sia," terangnya.
Jadi, tolong selalu mencari nasihat dari profesional medis yang berkualitas dan terlatih dan berhenti membabi buta percaya apa pun yang ada di internet.
Baca Juga: Wajib Baca! Ini Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang si Kecil
2. Keluar malam
Anak membutuhkan jadwal tidur yang teratur. Hal ini tentu tidak bisa dicapai jika orang tua sering keluar malam.
"Keluar malam bisa berdampak buruk saat mereka tumbuh dewasa karena mereka akan berpikir bahwa keluar larut malam adalah sesuatu yang normal. Ini juga akan mengganggu jadwal tidur mereka dan memengaruhi kesehatan serta kemampuan mereka untuk membuat pilihan yang baik," ujarnya.
Lebih buruk lagi, bahkan ada orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk keluar malam. Dr Khiddir berbagi mengapa perilaku ini berbahaya.
"Itu menghadapkan anak-anak pada perokok pasif dan dampaknya yang berbahaya. Tempat yang ramai membuat anak-anak terserang penyakit menular, yang tidak bisa ditangani oleh sistem kekebalan tubuh muda mereka," jelasnya.
3. Kecanduan gadget
Kecanduan gadget bisa membuat anak kehilangan imajinasi. Bahkan, studi tahun 2008 menemukan anak yang menggunakan ponsel mengalami lebih banyak gangguan tidur, gelisah dan kelelahan.
Hal ini akan memengaruhi kinerja akademik mereka ke depannya. Waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan rumah berkurang, hasil ujian jelek karena persiapan yang buruk atau kelelahan dari menggunakan smartphone.
"Orang tua yang malas seperti ini di mana mereka menggunakan smartphone sebagai pengganti kehadiran mereka akan menanamkan perilaku pesimistis dan anti-sosial pada anak serta kreativitas yang terbelakang," urainya.
4. Pola makan buruk
Salah satu praktik yang perlu diubah menurut Dr Khiddir adalah budaya memberi hadiah kepada anak-anak kecil dengan permen dan makanan ringan.
Pasalnya ini bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 1.
Memberi anak makanan sehat akan memastikan mereka mendapatkan semua vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Salah satu kondisi medis adalah sembelit. Tahukah kamu bahwa konstipasi jangka panjang memiliki kaitan dengan kanker, terutama pada anak-anak?
"Banyak yang tidak tahu bahwa konstipasi jangka panjang dapat menyebabkan menurunnya prestasi akademik pada anak dan lebih buruk lagi, potensi hubungan dengan kanker usus besar," tuturnya. (Himedik/Yuliana Sere)
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?