Suara.com - Wabah campak dilaporkan semakin meningkat di banyak negara di dunia, termasuk New York, Amerika Serikat, juga Indonesia. Untuk itu, banyak ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat bisa meningkatkan kesadaran mereka tentang penyakit campak.
Campak sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Gejalanya meliputi ruam coklat kemerahan, demam tinggi, batuk, pilek, mata berair, bersin, dan sakit atau ngilu di anggota tubuh.
Tanda-tanda ini muncul setelah 4 minggu seseorang terinfeksi. Campak juga berpotensi menyebabkan pneumonia, infeksi telinga, dan ensefalitis. Juga, pada ibu hamil, campak dapat menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran.
Campak membuat tubuh menjadi lemah dan Anda membutuhkan jenis makanan tertentu agar sistem ketahanan tubuh tetap terjaga. Nah, berikut adalah makanan yang harus Anda konsumsi saat Anda atau orang di sekitar mengalami campak, seperti dilansir dari The Health Site.
1. Makanan kaya vitamin C
Makanan kaya vitamin C termasuk jeruk, jambu biji, peterseli, dan anggur dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda selama menderita campak atau berada di sekitar penderita campak. kondisi tersebut.
2. Makanan kaya vitamin A
Sayuran berdaun hijau, minyak hati, telur, dan brokoli kaya dengan vitamin A yang dapat membantu meringankan gejala campak.
3. Hindari makanan olahan
Makanan seperti roti, burger, saus tomat, sereal, dan minuman bersoda harus dihindari selama campak.
4. Minum banyak cairan
Campak dapat menyebabkan masalah seperti diare, di mana tubuh bisa mengalami dehidrasi.
Baca Juga: Studi Pastikan Vaksin Campak Rubella Tidak Picu Autisme, Ini Alasannya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?