Suara.com - 3 Alasan Utama Orang Indonesia Pilih Berobat ke Singapura
Singapura memposisikan diri sebagai negara tujuan berobat di Asia, selain Thailand dan Malaysia. Selama lebih dari sepuluh tahun, sektor perawatan kesehatan di Singapura kian berkembang sehingga mendapatkan posisi terdepan dalam pelayanan medis untuk pasien luar negeri. Tidak hanya di kawasan Asia, melainkan juga di seluruh dunia.
Bahkan, pada 2014, Bloomberg menempatkan Singapura di posisi ke-51 sebagai negara dengan sistem pelayanan kesehatan terbaik di dunia.
Kemudian, World Health Organization (WHO) menempatkan Singapura di posisi ke-6 di dunia untuk kategori sistem pelayanan kesehatan terbaik selama beberapa tahun berturut-turut. Singapura berhasil melampaui negara-negara lainnya, seperti Austria (posisi ke-9), Jerman (posisi ke-25), dan Israel (posisi ke-28).
Berdasarakan capaian tersebut, maka tak heran orang Indoensia, sebagai negara tetangga memilih berobat ke Singapura. Namun di atara catatan di atas, ada alasan utama lain mengapa banyak orang berobat ke Singapura. Merangkum siaran pers Go.Care, inilah alasan banyak orang Indonesia memilih berobat ke Singapura.
Pelayanan kesehatan berkualitas tinggi
Singapura dikenal sebagai salah satu negara tujuan wisata medis yang memiliki pelayanan kesehatan berkualitas dan modern. Sejumlah ahli medis di Singapura selalu berusaha memperbarui metode kesehatannya. Hal ini membantu mereka agar dapat menyaingi India dan Thailand dalam industri wisata medis. Misalnya, Singapura terus mengembangkan metode pengobatan penyakit kanker yang tidak tersedia di negara lain.
Memang jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia, seperti Malaysia, Thailand, dan India, biaya pengobatan di Singapura cenderung sedikit lebih mahal. Untuk prosedur pembedahan, misalnya, biaya di Singapura relatif lebih mahal dibandingkan Malaysia dan Thailand. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat atau negara-negara di Eropa, Singapura tergolong sebagai negara dengan biaya pengobatan yang terjangkau.
Memiliki peralatan teknologi medis terkini
Baca Juga: Dokter Sarankan Pasutri Ini Cerai Agar Bisa Bayar Tagihan Medis Anak Mereka
Dalam undang-undang kesehatan setempat, pembaruan teknologi medis di sejumlah rumah sakit di Singapura menjadi hal yang perlu dilakukan sesering mungkin. Rumah sakit di sana dilengkapi dengan peralatan teknologi medis dan sistem pengobatan terkini.
Kualitas dokter dan staf medis
Singapura memiliki tenaga medis yang sangat terampil. Ada lebih dari 11,500 dokter di Singapura yang telah menjalani pelatihan berskala internasional di Amerika Serikat dan di negara-negara Eropa Barat. Begitu pula untuk para perawat diberikan pelatihan khusus sehingga memiliki kemampuan yang kompeten. Mulai dari menggunakan peralatan medis dengan teknologi terkini hingga pelatihan memberikan dukungan psikologis kepada pasien dan keluarga.
Seluruh dokter, perawat, dan tenaga medis terdaftar dalam Singapore’s Medical Council, Singapore Pharmacy Board, Singapore Dental Council, dan Singapore Nursing Board. Data yang disebutkan oleh Singapore Business Review menyebutkan bahwa saat ini Singapura telah memiliki sejumlah 12,459 orang dokter dan 29,894 orang perawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini