Suara.com - Ibu Ini Berbagi Cerita Anak Tersedak dan Harus Operasi, Cara Menghindarinya.
Banyak orangtua menghindari makanan yang berukuran besar dan buah berbiji untuk menghindarkan balita mereka dari tersedak. Namun, ada makanan berbahaya yang bisa menyebabkan tetapi sering diabaikan yakni popcorn.
Dilansir Himedik dari Popsugar, seorang ibu mengisahkan anaknya yang menjalani operasi akibat tersedak popcorn.
Nicole Johnson Goddard, seorang ibu dari tiga anak mengalami cobaan ketika ia harus melihat anaknya berjuang untuk hidupnya.
Untungnya, si kecil Nash sudah mulai pulih. Tetapi hal itu mendorong Nicole untuk membagikan apa yang terjadi sebagai peringatan kepada orang tua lain untuk berpikir dua kali sebelum memberikan popcorn kepada anak-anak mereka sebagai camilan.
Saat akhir pekan, keluarganya makan popcorn saat menonton film, dan meskipun Nash memiliki riwayat tersedak, ia tampak baik-baik saja. Keesokan harinya, segalanya berubah menjadi lebih buruk.
"Dia demam, jadi aku memberinya Motrin dan menidurkannya," tulisnya. "Kemudian napasnya tampak agak berat bagi saya dan dia merasa tidak enak.
'Saya segera menghubungi dokter anak." Setelah rontgen dada dan bronkoskopi, para dokter menemukan sesuatu yang jauh lebih buruk daripada pilek.
"Popcorn tersedot ke dalam paru-parunya ketika dia tersedak," katanya. "Tubuh mengenalinya sebagai benda asing. Semua peradangan menyebabkan dia mengembangkan pneumonia di paru-paru kirinya," tambahnya.
Baca Juga: Alami Serangan Jantung karena Tersedak Cokelat, Ibu Muda Ini Meninggal
Dia masuk untuk operasi dan dokter mengeluarkan enam buah popcorn dari paru-paru bocah itu, meskipun ada kemungkinan lebih banyak yang tidak terlihat karena peradangan.
Mereka pun harus mengulangi prosedur itu dua hari kemudian. "Itu membuat saya sangat khawatir," kenang Nicole.
''Dokter bertemu kami ketika sudah berakhir dan mengatakan prosedurnya berhasil."
Dia memutuskan untuk berbagi pengalaman karena itu semua ada hubungannya dengan popcorn, yang selalu dimakan secara teratur di rumah mereka.
"Saya menulis ini sebagai pembuka mata bagi orang-orang untuk melihat bagaimana sesuatu yang Anda pikir baik dapat dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang buruk," katanya, seraya menambahkan bahwa ia bersyukur ia mempercayai intuisinya bahwa putranya dalam bahaya.
Tips mencegah balita tersedak makanan
Perkenalkan bayi Anda dengan makanan padat, minimal saat usianya sudah mencapai 4 bulan. Jangan beri ia makanan padat sebelum ia memiliki kemampuan motorik untuk menelan makanan tersebut.
Jangan tawarkan makanan yang berisiko tinggi seperti keju, anggur, dan sayur yang masih berukuran besar-besar, kecuali makanan tersebut telah dipotong menjadi potongan-potongan kecil. Hati-hati juga dengan makanan seperti biji, kacang, permen, permen karet, marshmallow, dan makanan-makanan berisiko lain.
Seiring bertambahnya usia bayi, temani ia saat jam makan. Jangan biarkan dia untuk makan sambil berjalan, berlari, bermain. Ingatkan dia untuk menelan makanannya dulu sebelum bicara. Jangan biarkan dia untuk bermain lempar-makanan-ke-udara-lalu-tangkap-dengan-mulut dan aktivitas-aktivitas lain yang berpotensi membuatnya tersedak.
Selalu buang dulu tulang atau duri pada makanan, sebelum makanan tersebut Anda berikan pada bayi Anda.
Apalagi yang harus diperhatikan untuk mencegahnya, yuk klik halaman selanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!