Suara.com - Kota Tsagaannuur yang terletak di dekat perbatasan antara Mongolia dan Rusia, baru-baru ini ditutup setelah kematian pasangan karena makan daging mentah dan organ-organ marmut yang terinfeksi wabah.
Melansir dari Washington Post, beberapa orang Mongolia percaya bahwa makan jeroan dan daging marmut yang tidak dimasak itu sangat baik untuk kesehatan.
Suami-istri itu dilaporkan memakan ginjal, kantung empedu, dan perut makhluk itu, yakni sejenis tupai besar yang ditemukan di wilayah tersebut.
Ariuntuya Ochirpurev dari Organisasi Kesehatan Dunia di Ulaanbaatar, Mongolia mengatakan keduanya menderita kegagalan organ yang disebabkan oleh wabah septikemia.
Wabah septikemia sendiri menyebabkan demam, menggigil, kelemahan ekstrim, sakit perut, syok, dan kemungkinan pendarahan ke dalam kulit dan organ lain. Kulit dan jaringan lain juga dapat berubah menjadi hitam dan mati.
Pasangan itu meninggalkan empat anak mulai dari usia 9 bulan hingga 14 tahun. Menurut Ochirpurev, 118 orang yang melakukan kontak dengan pasangan itu kini semuanya diisolasi dan diobati dengan antibiotik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir