Suara.com - Bisa Dicoba, Tips Masak Nasi Rendah Karbohidrat untuk Sahur
Nasi putih menjadi salah satu menu utama masakan masyarakat Indonesia. Sudah lama, nasi dikaitkan dengan penumpukan karbohidrat, yang berujung pada risiko obesitas hingga berbagai macam penyakit.
Terkait hal ini, nutrisionis Leona Victoria Djajadi, MND, mengatakan ada tips masak nasi yang bisa dicoba untuk mengurangi kandungan karbohidrat pada nasi. Apa itu?
"Jadi nasi yang sudah matang dan didinginkan mempunyai kandungan karbohidrat lebih rendah sampai 10 persen, karena ada perubahan susunan struktur karbohidratnya," ungkap Victoria saat berbincang dengan Suara.com.
Dengan kata lain, nasi sebaiknya dimasak setelah buka puasa. Setelah nasi matang, maka nasi bisa didiamkan supaya dingin.
Ketika akan dimakan saat sahur, nasi bisa dipanaskan kembali. Sehingga nasi tetap hangat dan enak, dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah.
"Jadi nasi sudah matang, didinginkan lalu dipanaskan lagi (ketika ingin dimakan)," ujarnya.
Victoria juga mengomentari kebiasaan piring orang Indonesia yang terlalu banyak diisi nasi. Padahal, takaran nasi seharusnya seimbang dengan lauk, termasuk sayur-sayuran.
Dijelaskan lulusan University of Sydney, Australia, ini, takaran nasi yang dianjurkan sejatinya hanya satu cangkir atau mangkuk kecil, bukan satu piring penuh.
Baca Juga: Enggak Gampang, Chef Bilang Masak Nasi Goreng Enak Itu Tantangan
Untuk mengakali agar konsumsi makanan tidak hanya karbohidrat, Victoria mengatakan bisa dilakukan dengan menggunakan beras merah atau beras hitam yang tinggi kandungan serat.
"Tapi Jika tetap mau nasi putih pulen, bisa juga dicampur dengan beras jagung atau kacang polong beku untuk menaikkan kadar seratnya, sekaligus meningkatkan asupan sayur harian," tutup Victoria.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital