Suara.com - Tidak Semua Ibu Siap Bercinta Pascapersalinan, Ini Alasannya
Setelah memiliki bayi, kehidupan ibu baru bisa berubah 180 derajat. Mereka harus merawat bayi dengan waktu tidur yang jauh berkurang.
Hal ini tentunya bisa membawa pengaruh terhadap hubungan mereka dengan suami, termasuk menyangkut hubungan seks.
Dilansir Motherly, melakukan hubungan seks dengan pasangan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak ibu pascapersalinan. Memang, tak ada masa tunggu khusus untuk berhubungan seks pascapersalinan.
Tetapi, banyak dokter dan bidan merekomendasikan untuk menunggu empat hingga enam minggu setelah melahirkan, atau sampai ibu merasa nyaman melanjutkan aktivitas seksual.
The Mayo Clinic mengatakan bahwa ketika berhubungan seks pascapersalinan, ibu harus menetapkan batas waktu sendiri. Beberapa ibu ingin berhubungan seks pada enam minggu pascapersalinan, tetapi banyak yang belum siap melakukannya.
Sayangnya, hasil survei State of Motherhood 2019 mengungkapkan bahwa hampir sepertiga atau 31 persen ibu Millenial mengatakan mereka melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum mereka merasa siap untuk melakukannya.
Survei dari Motherly tersebut menemukan bahwa 53 persen ibu mulai merasa tertarik untuk berhubungan seks lagi saat enam minggu, dan 11 persen ibu menemukan mereka tertarik untuk berhubungan seks sebelum enam minggu pascapersalinan.
Sebanyak 67 persen ibu di bawah usia 30 tahun melaporkan siap untuk berhubungan seks pada enam minggu pascapersalinan. Sementara 54 persen ibu berusia antara 30 dan 34 tahun merasa siap pada enam minggu, dan 44 persen ibu di atas 35 tahun melakukannya.
Baca Juga: Lebih dari 50 Persen Ibu Baru Tak Dapat Dukungan Mental Pasca Persalinan
Tetapi untuk sejumlah besar ibu, atau hampir 40 persen dibutuhkan jauh lebih lama dari enam minggu, antara enam bulan dan satu tahun pasca persalinan, untuk berhubungan seks lagi dan tidak ada yang salah dengan itu.
"Lanjutkan kehidupan seksmu, dengan syaratmu, setelah melahirkan bisa memberdayakan, dan mari kita jujur. Jika seorang perempuan merasa siap secara mental dan fisik untuk berhubungan seks, dia harus mendengarkan tubuhnya dan semua yang dia tahu tentang itu, dan lakukanlah," kata Diana Spalding, bidan dan Editor Pendidikan Digital Motherly.
Setelah meninjau hasil survei yang melihat 6.457 responden dengan menjawab pertanyaan online antara 28 Maret dan 11 April 2019, Spalding khawatir tentang mengapa begitu banyak ibu milenial berhubungan seks sebelum mereka siap.
"Berhubungan seks pascamelahirkan sebelum ibu siap itu menyusahkan. Pertama, jika mereka menderita disfungsi dasar panggul atau cedera vagina, anal, atau vulva akibat kehamilan dan kelahiran, mereka memerlukan perhatian medis yang tepat sebelum melakukan hubungan seks, yang selanjutnya bisa melukai mereka, "dia menjelaskan.
Spalding juga menambahkan bahwa kurangnya pendidikan di sekitar dan perhatian terhadap cedera kelahiran adalah kekurangan yang tidak dapat diterima.
Dia juga ingin para ibu untuk berbicara dengan dokter mereka tentang masalah penyembuhan pascamelahirkan yang mungkin mereka miliki, dan bagi pasangan, juga masyarakat untuk bisa mengurangi tekanan pada ibu untuk melanjutkan aktivitas seksual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026