Suara.com - Tips Sabar dan Menahan Diri Agar Tak Terpancing Provokasi
Informasi yang simpang-siur bisa membuat kerusuhan di Jakarta dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk memancing provokasi.
Padahal, saat ini masih dalam suasana bulan Ramadan. Umat muslim yang berpuasa pun tidak hanya sekadar diminta menahan lapar dan haus, namun juga hawa nafsu.
Psikolog dari klinik Personal Growth, Veronica Adesla, mengatakan sabar dan menahan diri merupakan kunci agar tak terpancing provokasi.
"Nah, tips untuk bisa sabar dan menahan diri itu, bisa dengan melakukan mindfullness," ungkap Veronica saat berbincang dengan Suara.com.
Veronica pun menjabarkan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan mindfullness. Berikut penjabarannya:
1. Cari tempat yang tenang dan aman.
2. Tarik napas dan buang napas selama 5 - 10 menit, fokuskan pada pernapasan. Lakukan beberapa kali secara pelan dan perlahan.
3. Sadari penuh saat ini ada di mana, sedang apa, ada apa dan siapa di sekitar. Lakukan dengan diam dan perlahan.
Baca Juga: Kerusuhan di Jakarta Bikin Panik dan Cemas, Ini Saran dari Psikolog
4. Fokuskan juga ke 5 indera dengan seksama:
- Mata (melihat) -- lihatlah segala sesuatu yang ada di sekitar.
- Telinga (mendengar) -- dengarkanlah dengan seksama suara-suara yang terdengar.
- Hidung (menghirup udara dan aroma) -- hiruplah udara dengan perlahan dan rasakan serta baui apa aroma yang tercium.
- Kulit (merasakan udara yang menyentuh ataupun sentuhan yang terasa) -- tutup mata dan rasakan apa yang terasa di kulit tangan, wajah, kaki, atau ambil / sentuh salah satu benda dan rasakan teksturnya.
- Mulut (mengecap, apa yang dirasakan di lidah ketika minum ataupun makan) -- minumlah atau makanlah sesuatu dan rasakan apa yang dikecap.
5. Tutup mata dan fokus kembali pada pernapasan. Rasakan ketenangan yang ada di atmosfer. Dan sebutkan mantra tenang dalam hati. Sebagai contoh, Anda bisa menyebutkan "Saya sabar, saya berserah, saya menyerahkan semuanya kepada kehendak Allah/Tuhan."
6. Rasakan ketenangan di dalam tubuh, hati dan jiwa.
Dikatakan Veronica, langkah-langkah ini bisa dilakukan berulang kali jika dirasa perlu. Bagaimana, tertarik mencoba langkah-langkah mindfullness seperti ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital