Suara.com - Plum salah satu buah buah yang sangat populer, terutama di India. Khasiatnya yang luar biasa membuat buah plum dilirik banyak orang.
Buah plum mengandung berbagai nutrisi besar, seperti protein, mineral, dan zat besi yang sangat menguntungkan bagi kesehatan dan kecantikan rambut, serta kulit.
Selain itu, buah plum juga mengandung vitamin A, C dan serat makanan sehingga kaya antioksidan. Tak hanya itu, plum juga mengandung niacin, karbohidrat, protein, dan asam pantotenat yang memiliki keajaiban untuk tubuh.
Melansir dari parenting.firstcry.com, nilai gizi buah plum segar sangat tinggi dibandingkan dengan buah lainnya.
Banyak orang mempercayai buah plum sangat baik jika dikonsumsi selama masa kehamilan.
Beberapa manfaat buah plum selama masa kehamilan, yakni mulai menjaga berat badan, anemia, sumber energi, mencegah penyakit jantung, mengobati sembelit hingga mengatasi stres serta kelalahan selama hamil.
Tetapi, apakah buah plum ini benar-benar aman dikonsumsi selama masa kehamilan?
Ternyata buah plum tetap memiliki efek samping jika dikonsumsi selama masa kehamilan. Sebelum mengonsumsinya, ibu bisa mempertimbangkan 2 efek samping dari mengonsumsi buah plum saat hamil.
1. Buah plum rendah kalori
Baca Juga: Dulu Idap Anoreksia, Wanita Ini Anggap Kehamilannya Sebagai Penyelamat
Jumlah kalori yang rendah pada buah plum memang sangat baik untuk menjaga berat badan dan mengendalikan diabetes.
Namun, kalori sangat penting untuk menjaga metabolisme ibu selama masa kehamilan.
Pastikan ibu mendapatkan 1800 kkal per hari selama trimester pertama, 2200 kkal per hari selama trimester kedua, dan 2.400 kkal per hari selama trimester ketiga dari berbagai jenis makanan.
2. Buah plum dapat memicu kerusakan ginjal
Jika anda tidak berisiko atau tidak pernah memiliki masalah ginjal mungkin tak masalah jika ingin mengonsumsi buah plum ini saat hamil.
Tetapi, jika anda memiliki risiko besar menderita penyakit ginjal karena riwayat penyakit keluarga atau faktor lainnya.
Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi buah plum, karena kandungan oksalat dalam buah ini bisa memicu masalah batu ginjal.
Berita Terkait
-
Lee Da Hae dan SE7EN Umumkan Kehamilan Anak Pertama Setelah 3 Tahun Menikah
-
Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan
-
5 Efek Samping Makanan Bersantan untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diwaspadai
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Deretan Artis yang Umumkan Kehamilan dan Kelahiran di Awal 2026
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?