Suara.com - Anak Tiba-Tiba Tantrum saat Momen Lebaran, ini yang Harus Bunda Lakukan.
Berkumpul bersama keluarga dan bersilaturahmi adalah salah satu kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari momen Idul Fitri. Meski rasanya menyenangkan, bisa bertemu dengan keluarga dan kerabat terdekat, momen ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu yang masih memiliki bayi atau balita.
Ya, Anda tentu pernah mengalami si kecil tantrum dan mengamuk di depan banyak orang bukan? Parahnya, Anda tidak paham apa yang sebenarnya dia inginkan. Seketika, dia mungkin bisa bertingkah baik pada saudara yang lain atau nenek dan kakeknya.
Namun, saat melihat Anda berada di sekitarnya, dia bisa berteriak, menangis dan berguling-guling di lantai. Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa anak bertingkah seperti ini di depan banyak orang?
Para ahli mengatakan, bahwa ini sebenarnya adalah hal yang wajar. Saat momen Idul Fitri, dia bertemu dengan orang-orang baru yang jarang dia lihat. Dia berusaha beradaptasi dan mengatur emosinya.
Saat dia melihat ada Anda di sekitarnya, dia merasa bahwa dia dapat menjadi dirinya sendiri yang paling asli. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa anak Anda sedang mengembangkan kesadaran sosial, mereka sedang belajar mengatur emosi mereka dalam situasi tertentu.
Anda mungkin masih bertanya-tanya apakah ada cara untuk memperbaiki emosinya ini. Sekali lagi, ingatkan diri Anda bahwa anak Anda melakukan sesuatu yang hebat, dia menangani berbagai stres saat bertemu banyak orang baru di kehidupan mereka.
Nah, berikut adalah strategi yang dapat Anda gunakan untuk membantu mereka tenang, tergantung pada usia dan lintasan perkembangan mereka:
1. Periksa tubuh mereka
Baca Juga: Karma Resort Bali Siapkan Promo Menarik Rayakan Momen Lebaran
Apakah jantung mereka berdetak kencang? Apakah otot mereka tegang? Apakah sulit bagi mereka untuk bernapas?
Lihat apakah mereka dapat menenangkan detak jantung mereka dengan melakukan beberapa latihan pernapasan dalam. Mengeksplorasi isyarat-isyarat fisik ini memungkinkan anak Anda untuk mulai memperhatikan hubungan antara kondisi emosi dan fisik mereka.
2. Bicaralah dengan mereka tentang perasaan mereka
Tanyakan kepada mereka mengapa mereka merasa seperti itu dan jika ada yang bisa Anda lakukan (atau Anda berdua bisa lakukan bersama) untuk membantu mereka merasa lebih baik.
Akui betapa sulitnya untuk tidak menangis ketika mereka bersama kakek atau nenek mereka. Beri tahu mereka bahwa marah atau sedih itu boleh saja, tetapi mereka tidak harus membiarkan emosi ini berubah menjadi tindakan yang buruk.
3. Tetapkan batas tegas
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan