Suara.com - Studi Sebut Konsumsi Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Alergi pada Anak.
Para peneliti telah menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji atau junk food yang tinggi seperti makanan yang dipanaskan di microwave dan daging panggang mungkin bertanggung jawab atas alergi makanan pada anak-anak.
Penelitian yang dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan ke-52 Masyarakat Eropa untuk Hepatologi dan Gizi Gastroenterologi Anak, menunjukkan bahwa advanced glycation end-products (AGEs) atau produk akhir glikasi tingkat tinggi berhubungan dengan alergi makanan pada anak-anak.
AGEs hadir dalam junk food tingkat tinggi seperti gula, makanan olahan, makanan yang dipanaskan dengan microwave dan daging panggang atau bakar.
Mereka diketahui memainkan peran dalam pengembangan dan perkembangan berbagai penyakit berbasis oksidatif termasuk diabetes, aterosklerosis dan gangguan neurologis, kata para peneliti.
Untuk penelitian ini, tim peneliti mengamati 61 anak berusia antara 6 dan 12 tahun. Mereka diidentifikasi dalam tiga kategori, yakni mereka yang alergi makanan, mereka yang alergi pernapasan dan kontrol yang sehat.
Studi ini mengungkapkan korelasi yang signifikan antara AGEs dan konsumsi makanan cepat saji, kata Roberto Berni Canani, Associate Professor di University of Naples Federico II di Italia.
Studi ini bisa jadi refrensi untuk mengenal alergi anak pada kakanan cepat saji. Anak anda punya masalah alergi pada makanan cepat saji, maka hal di atas penjelasannya.
Baca Juga: Warga Kampung Muara Baru Klaim Tak Pernah Buang Sampah di Waduk Pluit Lagi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi