Suara.com - Kanker Paru Sutopo Menyebar, Organ Tubuh Apa Saja yang Bisa Diserang?
Tagar #DoaBuatSutopo viral di media sosial sejak kemarin. Hal ini dikarenakan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, saat ini tengah berjuang melawan kanker paru-paru stadium 4B yang diidapnya.
Untuk mengobati penyakitnya, Sutopo saat ini sedang berada di Guangzho, China.
"Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lain. Kondisinya sangat menyakitkan sekali," tulis Sutopo lewat akun sutopopurwo di Instagram.
Dilansir laman Hello Sehat, kanker paru memang masih menjadi penyakit dengan angka kematian paling tinggi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kematian terjadi karena kanker paru merupakan penyakit yang mudah menyebar ke organ tubuh lain.
Ketika sel kanker sudah bertambah banyak, maka sel kanker akan mencari jalan untuk tetap hidup, dan menyebar ke organ lain lewat pembuluh darah. Kelenjar limfa, tulang, otak, dan liver menjadi organ tubuh yang paling rentan terserang sel kanker dari paru.
1. Kelenjar limfa
Kelenjar limfa merupakan organ pertama yang rentan terpapar sel kanker dari paru. Letaknya yang berdekatan dengan paru, membuat sel kanker sulit dideteksi tanpa adanya pemeriksaan medis khusus.
2. Tulang
Baca Juga: Kanker Paru Seperti yang Diidap Sutopo Mudah Menyebar, Organ Apa Saja?
Sekitar 30 persen kanker paru stadium lanjut menyebar ke bagian tulang tubuh. Bagian tulang yang biasanya terserang sel kanker paru adalah tulang belakang, tulang panggul, dan tulang di bagian tangan
Biasanya tanda kanker paru menyebar ke tulang adalah rasa nyeri yang dirasakan pada bagian tulang tertentu dan rasa sakit ini konstan tak hilang-hilang. Bila kanker menyerang tulang belakang, maka risiko kelumpuhan cukup besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien