Suara.com - Artis Korea Taeyeon SNSD baru-baru ini mendulang simpati dan empati dari para penggemar. Pelantun "Four Seasons" itu mengaku tengah berjuang untuk sembuh dari depresi.
Melalui sesi Q&A di Instagram Story beberapa waktu lalu, Taeyeon mengungkapkan kondisi mentalnya saat ini.
"Apakah kamu mengalami gangguan bipolar?" tanya seorang penggemar.
Taeyeon SNSD kemudian menjawab, "Tidak, saya menderita depresi. Saya sedang mencoba yang terbaik untuk melawannya melalui pengobatan. Baik itu gangguan bipolar maupun depresi, tolong jangan memandangnya dengan jijik seperti beberapa orang. Kami semua adalah pasien dari sebuah penyakit."
Leader SNSD ini pun mengaku berkomunikasi dengan penggemar bisa memberinya semangat. "Saya memutuskan untuk berbicara dengan Anda hari ini karena saya perlu menambah semangat. Saya merasa Saya merasa seperti diperhatikan oleh Anda semua."
"Saya akan baik-baik saja. Saya minta maaf karena membuat Anda khawatir, tapi saya pikir ini adalah cara lain bagi kita untuk saling mengenal lebih baik. Saya akan merawat diri sendiri dengan lebih baik. Demi para penggemar yang pantas mendapatkan semua hal baik di dunia," lanjut pemilik nama lengkap Kim Taeyeon itu.
Dilansir dari Koreaboo, Selasa (18/6/2019) kemarin, postingan Taeyeon ini rupanya menjadi perhatian seorang dokter ahli neuropsikologi, Son Suk Han. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk permintaan tolong yang tidak bisa dianggap remeh.
"Itu adalah permintaan minta tolong yang sangat berani," ungkap Son Suk Han.
Sang dokter mengatakan, pasien penyakit mental kerap dipandang sebelah mata di Korea Selatan, begitu pula dengan figur publik seperti Taeyeon SNSD. Penting bagi selebriti satu ini untuk tetap merasa dicintai dan didukung penggemar sebelum mendapat serangan komentar negatif dari berbagai pihak.
Baca Juga: Curhat Taeyeon SNSD Alami Depresi Viral, Penggemar Beri Dukungan!
"Selebriti sering kali tidak mendapat perawatan atau menghentikan perawatan depresi akibat pandangan negatif atau stereotip masyarakat tentang penyakit mental."
Son Suk Han kemudian berpendapat, para penggemar memiliki peran penting, utamanya melindungi si artis dari komentar buruk.
"Dia mengambil langkah berani untuk mengungkapkan perjuangan yang tengah hadapi dengan penyakitnya dan mencari bantuan. Namun jika dia dihadapkan dengan komentar buruk, itu bisa memperburuk gejalanya dan bahkan memiliki efek negatif yang lebih parah."
"Depresi adalah sesuatu yang bisa memengaruhi selebriti dan non-selebriti. Sudah waktunya untuk mendorong dan menghibur mereka ketimbang menghakimi mereka karena itu," tegas Son Suk Han.
Semoga saja dengan dukungan yang terus mengalir dari para penggemar, kondisi Taeyeon SNSD dapat segera membaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026