Suara.com - Menurut kepercayaan populer Jepang, golongan darah A adalah perfeksionis yang sensitif dan partner tim yang baik, tetapi mereka terlalu cemas.
Sedangkan tetapi golongan darah O adalah orang yang mudah penasaran serta dermawan, tetapi keras kepala.
Golongan darah AB adalah artistik tetapi misterius dan tidak dapat diprediksi, dan tipe B ceria tetapi eksentrik, individualis dan egois.
Melansir BBC Inggris, sekitar 40% dari populasi Jepang adalah tipe A dan 30% adalah tipe O, sementara hanya 20% adalah tipe B, dengan AB menyumbang 10% sisanya.
Jenis darah, bagaimanapun, hanya ditentukan oleh protein dalam darah. Meskipun para ilmuwan secara teratur mencoba untuk menghilangkan kepercayaan ini, mereka tetap populer di Jepang.
Sejak tahun 2000 beberapa penelitian yang diterbitkan telah meneliti kemungkinan hubungan antara golongan darah dan sifat-sifat kepribadian. Tapi hasilnya tidak konsisten, menurut NCBI.
Penelitian ini bahkan menggunakan NEO Personality Inventory untuk menilai ciri-ciri kepribadian Lima Besar yang mewakili lima dimensi kepribadian yang luas.
Lima kepribadian tersebut adalah terbuka terhadap hal baru, sifat berhati-hati, ekstraversi, mudah akur, dan neurotisme.
Namun mereka gagal menemukan asosiasi apapun. Selain itu, penelitian yang lebih baru tidak menemukan hubungan yang signifikan antara sistem golongan darah ABO dan sifat kepribadian.
Baca Juga: Dengan Enzim dari Bakteri Usus Golongan Darah dapat Diubah Jadi 'Universal'
Tetapi, dalam hipotesis ilmiah tentang golongan darag ABO dan sifat-sifat kepribadian baru-baru ini yang diajukan oleh Hobgood menunjukkan adanya beberapa baris bukti bahwa golongan darah ABO dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit kekebalan terkait respons stres.
Ada juga laporan bahwa ciri-ciri kepribadian tertentu, seperti depresi dan kecemasan, dapat dikaitkan dengan penyakit ini. Sehingga, ada kemungkinan bahwa golongan darah ABO juga terkait dengan sifat-sifat kepribadian.
Berita Terkait
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto
-
Gadis Minimarket: Perjuangan Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tuntutan Dunia
-
Sinopsis High and Low The Movie, Aksi Brutal Lima Geng Legendaris S.W.O.R.D Melawan Musuh Besar
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Banyak Rekan di Liverpool, Kapten Timnas Jepang Tak Sabar Ladeni Belanda
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI