Suara.com - Ini Manfaat Kunyit bagi Anak Penderita Kanker Tulang.
Kanker tulang tak hanya diderita oleh orang dewasa, tapi juga menyerang anak-anak. Mereka sering dirawat dengan pengobatan kemoterapi dosis tinggi, baik sebelum dan sesudah melakukan operasi.
Sayangnya, dosis kemoterapi ini memiliki efek samping yang cukup berbahaya bagi pasien seusia mereka. Untuk menemukan pilihan pengobatan yang lebih nyaman, terutama setelah operasi, para peneliti mengembangkan sistem pengobatan baru dengan bantuan curcumin, bahan utama yang ditemukan dalam kunyit.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Applied Materials and Interfaces, peneliti melihat curcumin berhasil mencegah sel-sel kanker tulang menyebar dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel tulang yang sehat.
Ini sangat baik bagi perawatan pasca-operasi di mana pasien berusaha untuk pulih dari kerusakan tulang dan membantu mereka yang memiliki osteosarkoma, penyebab kematian kedua yang paling umum pada anak-anak.
Bahan aktif curcumin telah terbukti memiliki kemampuan anti-oksidan, anti-inflamasi dan pembentukan tulang. Juga terbukti mencegah berbagai bentuk kanker.
“Saya ingin orang tahu efek menguntungkan dari senyawa alami ini. Biolekul alami yang berasal dari produk nabati ini tidak mahal dan merupakan alternatif yang lebih aman daripada obat-obatan sintetis," kata Bose dilansir dari TheHealthSide.
Namun, ketika diminum sebagai obat, senyawa ini tidak dapat diserap dengan baik di dalam tubuh, karena proses metabolisme yang terlalu cepat.
Dalam studi mereka, para peneliti menggunakan pencetakan 3D untuk membangun perancah pendukung dari kalsium fosfat. Sementara sebagian besar implan saat ini terbuat dari logam, seperti perancah keramik, yang lebih seperti tulang asli, yang suatu hari nanti dapat digunakan sebagai bahan graft setelah operasi kanker tulang.
Baca Juga: Studi: Anak dengan Cacat Lahir 12 Kali Berisiko Menderita Kanker
Para peneliti memasukkan curcumin, yang dikemas dalam vesikel molekul lemak ke dalam perancah, memungkinkan bahan kimia dilepaskan secara bertahap.
Melalui percobaan ini, para peneliti menemukan bahwa sistem menghambat pertumbuhan sel osteosarkoma sebesar 96 persen setelah 11 hari dibandingkan dengan sampel yang tidak diobati. Sistem ini juga mendorong pertumbuhan sel tulang yang sehat.
"Studi ini memperkenalkan era baru integrasi di mana teknologi cetak 3d modern digabungkan dengan penggunaan obat alternatif yang aman dan efektif, yang dapat menyediakan alat yang lebih baik untuk rekayasa jaringan tulang," tutup Bose.
Manfaat curcumin pada kunyit bagi anak penderita kanker tulang cukup efektif menurut studi di atas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026