Ketika rambut yang menipis dan nyeri otot terjadi secara bersamaan, ada kemungkinan Anda mengalami hipotiroidisme, sejenis ketidakseimbangan hormon autoimun hormonal.
Pada awalnya, seseorang dengan hipotiroidisme tidak dapat menunjukkan gejala, tetapi karena tubuh mereka berurusan dengan ketidakseimbangan hormon, mereka mungkin mempunyai gejala seperti kelelahan, pertambahan berat badan, nyeri otot, dan rambut rontok, menurut Mayo Clinic.
Hipotiroidisme dapat diobati. Jika Anda didiagnosis menderita penyakit autoimun, dokter dapat meresepkan obat yang menggantikan hormon yang tidak dapat dibuat oleh tubuh Anda sendiri.
4. Kuku terasa rapuh
Kekurangan zat besi, yang dianggap sebagai jenis anemia, terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang sehat.
Jika seseorang kekurangan zat besi, mereka mungkin mengalami efek samping seperti kuku rapuh dan rambut rontok, kata Dr. Shapiro.
Kekurangan zat besi juga dapat membuat seseorang merasa selalu lelah dan lemah. Gejala lain termasuk sakit dada dan tangan dan kaki dingin, menurut Mayo Clinic.
5. Muncul ruam di wajah atau tubuh
Lupus, seperti hipotiroidisme atau kekurangan zat besi, adalah penyakit autoimun dengan kerontokan rambut sebagai gejala umum. Selain itu, lupus dapat menyebabkan ruam seluruh tubuh sebagai respons terhadap organ yang meradang , menurut Mayo Clinic.
Baca Juga: 5 Buah Ini Bisa Mencegah Rambut Rontok dan Botak, Nomor 1 Gampang Dicari!
Seringkali, ruam ini akan hilang dan muncul lagi.
Gejala lupus lainnya termasuk mata kering dan nyeri sendi. Jadi jika Anda melihat salah satu dari efek ini, Anda harus pergi ke dokter.
Berita Terkait
-
5 Tips Merawat Rambut Rontok secara Alami dan Efektif yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
5 Rekomendasi Shampoo Non SLS untuk Rambut Rontok, Bisa Juga Atasi Ketombe
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem