Suara.com - Kembung merupakan sensasi penuh di perut yang kerap kali membuat tak nyaman. Hal ini biasanya disebabkan oleh penyakit maag atau masuk angin. Lalu benarkah tinggi asupan garam bisa membuat perut kembung?
Para ilmuan telah menganalisis kembali data dari uji klinis besar, yaitu Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dengan Sodium yang dilakukan dua dekade lalu. Mereka menemukan bahwa asupan natrium yang tinggi meningkatkan kembung di antara para peserta uji coba.
Peneliti juga menemukan bahwa diet tinggi serat atau diet DASH juga meningkatkan kembung pada peserta dibanding diet rendah serat. Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Gastroenterology.
"Kembung merupakan salah satu keluhan gastrointestinal (saluran pencernaan, -red) yang biasa di Amerika Serikat dan dapat lebih buruk pada beberapa orang yang memiliki diet tinggi serat. Hasil kami menunjukkan bahwa mereka mungkin dapat mengurangi kembung tanpa mengurangi serat sehat dengan menurunkan asupan natrium," kata penulis senior dalam studi Noel Muller dilansir dari thehealthsite.
Selain itu, kembung diperkirakan telah memengaruhi hingga sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat. Bahkan lebih dari 90 persen dari mereka mengalami sindrom iritasi usus. Produksi gas tersebut berkaitan dengan bakteri usus penghasil gas yang memecah serat.
Untuk membuktikan apakah benar natrium bisa menyebabkan kembung, para peneliti menganalisis data dari uji coba DASH-Sodium yang dilakukan di empat pusat klinis selama tahun 1998-1999. Diet DASh merupakan diet tinggi serat yang relatif rendah lemak, dan tinggi buah-buahan, kacang-kacangan, serta sayuran. Peneliti juga menguji tentang diet rendah serat.
Masing-masing dari diet tersebut diuji pada tiga tingkat natrium, dan 142 peserta semuanya memiliki tekanan darah tinggi pada awal percobaan. Percobaan ini dilakukan untuk mengatahui pengaruh diet natrium dan faktor-faktor lain pada tekanan darah. Namun, termasuk pula laporan dari partisipan tentang kembung.
Peneliti menemukan bahwa sebelum percobaan, 36,7 persen peserta mengalami kembung, yang kurang sejalan dengan survei prevalensi kembung.
Selain itu, mereka juga menemukan bahwa diet DASH tinggi serat dapat meningkatkan risiko kembung sekitar 41 persen dibandingkan dengan diet rendah serat.
Baca Juga: Sakit Perut 20 Tahun, Ternyata Ada Penjepit Bedah Tertinggal di Dalam Perut
Akan tetapi, ilmuan juga menemukan bahwa natrium termasuk menyebabkan kembung. Mereka telah menggabungkan data dari diet DASh dan diet rendah serat, kemudian membandingkan tingkat asupan natrium tertinggi dengan terendah.
Mereka menemukan bahwa asupan tinggi natrium bisa meningkatkan kembung sekitar 27 persen dibandingkan dengan konsumsi rendah natrium. Sehingga mengurangi asupan natrium bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi kembung. Jadi Anda dapat mempertahankan diet tinggi serat yang sehat.
Berita Terkait
-
Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming
-
Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri
-
122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya
-
Bahan Masakan Idul Adha yang Perlu Dihindari Pengidap Hipertensi, Apa Saja?
-
Kulit Kusam Bikin Kurang Pede? Ini 5 Rahasia Body Scrub Sea Salt untuk Kulit Glowing!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional