Suara.com - Apakah Moms termasuk orangtua yang mengikutsertakan si kecilnya les musik? Jika ya, apa sebenarnya tujuan Anda memasukkan anak ke les musik? Sekadar ikut-ikutan, mengikuti bakat dan minat amak, atau memang berniat mengasah kepekaan bermusiknya?
Musik memang sudah lama dikenal memiliki banyak manfaat untuk perkembangan otak anak. Begitu pula dengan bermain alat musik yang sangat membantu kecerdasan tiga komponen tumbuh kembang anak, yaitu, kecerdasan motorik, sensorik, dan kognitif.
Tetapi tahukah Moms bahwa mendorong si kecil belajar memainkan alat musik sejak dini ternyata memiliki manfaat yang lebih besar dari sekadar membantu kecerdasan mereka selama proses pertumbuhan. Hal itu dikatakan oleh Nathania Karina, seorang music educater Andante Music School.
“Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa belajar musik memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhann anak. Tetapi menurut saya, ada lagi manfaat yang lebih besar di balik itu. Bahwa sebenarnya bisa memainkan alat musik dapat menjadi modal untuk bekal masa depan anak,” ungkap Nathania saat ditemui Suara.com, Rabu (3/7/2019).
Mengingat, sambungnya, saat ini profesi sebagai musisi di Indonesia sudah cukup menjanjikan, meski tidak sebaik di negara-negara maju. Tetapi, entah itu sebagai performer atau pengajar musik, keterampilan bermain alat musik bisa dikatakan mampu menopang hidup.
“Di samping banyak yang mengatakan manfaat bermain musik baik untuk keseimbangan otak kiri dan otak kanan, membuat anak lebih fokus, melatih anak mengendalikan emosi, dan sebagainya, tapi yang paling nyata hasilnya adalah anak jadi punya skill spesial yang mereka kuasai dan bisa dipakai seumur hidup,” sambungnya.
Nathania menambahkan, di samping sekolah formal, anak memang perlu memiliki keterampilan lain yang di dalam kurikulum akademik tidak menjadi mata pelajaran prioritas atau hanya sekadar tambahan.
“Di luar negeri, musik sudah masuk dalam kurikulum premier, mungkin hanya di Indonesia yang dianggap tidak begitu penting. Tapi tidak perlu khawatir, sebab kini sudah terbukti skill bermain musik cukup menjanjikan,” imbuhnya.
Untuk itu, tidak ada salahnya Anda membekali anak dengan kemampuan bermusik, dengan memasukkannya ke sekolah musik sejak dini. Semakin cepat anak belajar memainkan suatu alat musik, maka semakin besar pula kesempatan ia mempelajari alat musik dengan cepat.
Baca Juga: Begini Cara Andien Ajarkan Toleransi kepada Anak
“Belajar musik tidak mengenal batas usia, tetapi yang paling baik adalah pada masa golden age, 0-5 tahun. Sejak usia nol, anak sudah bisa diperkenalkan musik dengan cara mendengarkan instrument atau lagu-lagu. Pada usia dua tahun dan seterusnya mereka sudah bisa masuk sekolah musik,” tukas Nathania.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh