Suara.com - Tidur Tak Teratur Tingkatkan Risiko Diabetes Hingga Darah Tinggi
Tidur tak teratur bukan hanya membuat kepala pusing dan badan lemas. Penelitian terbaru menyebut tidur tak teratur bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes hingga darah tinggi.
Peneliti dari Brigham and Women’s Hospital, Tianyi Huang, mengatakan tidur tak teratur termasuk jadwal tidur yang berubah-ubah dan jam tidur yang kurang. Perubahan rutinitas ini menurutnya berisiko menyebabkan sindrom metabolik.
Sindrom metabolik merupakan beberapa gejala masalah kesehatan yang menyerang organ tubuh, seperti gula darah tingi, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Sindrom metabolik jika tidak ditangani dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit diabetes, hipertensi, hingga serangan jantung dan stroke.
"Dalam penelitian ini, kami menunjukkan bahwa perbedaan jadwal tidur, baik itu durasi maupun waktunya, diasosiasikan dengan abnormalitas sistem metabolik," ujarnya, dilansir Reuters.
Huang mengatakan selama ini penelitian soal tidur dan kesehatan lebih banyak difokuskan kepada durasi dan kualitas tidur. Padahal, jadwal tidur yang tidak teratur pun juga menyimpan bahaya.
"Dampak negatif jadwal tidur tidak teratur tidak bisa dikompensasi dengan jam tidur yang lebih panjang di malam berikutnya," urainya lagi.
Penelitian dilakukan dengan menganalisis jadwal tidur 2.003 partisipan. Rata-rata partisipan tidur selama 7,15 jam setiap hari.
Baca Juga: Susah Tidur di Malam Hari? Trik Ini Bantu Anda Terlelap dengan Cepat
Sekitar 45 persen partisipan mengalami variasi lebih dari satu jam di jadwal tidurnya. Itu artinya, mereka bisa tidur lebih cepat atau lebih lambat dari rerata partisipan lain yang tidur pada pukul 11.40 malam.
Hasil studi memperlihatkan bahwa 35 persen mengalami sindrom metabolik. Hal ini terjadi lebih rentan pada kelompok yang jadwal tidurnya tak teratur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus