Health / Konsultasi
Minggu, 07 Juli 2019 | 10:09 WIB
Ilustrasi kanker paru-paru. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker paru-paru termasuk jenis kanker mematikan yang telah membunuh sekitar 1,3 juta orang di dunia setiap tahunnya.

Penyakit ini salah satu penyebab utama kanker pada pria dan kanker paling umum kedua yang menyerang wanita.

Kanker paru-paru ini pula yang telah merenggut nyawa Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang meninggal hari ini, Minggu (7/7/2019) di Guangzhou, China.

Kabar meninggalnya Sutopo lantas membuat publik mencari tahu seputar kanker paru-paru. Salah satu yang perlu Anda ketahui adalah mitos seputar kanker paru-paru seperti yang dilansir dari Rafles Medical Grup berikut ini:

Mitos 1: Kanker paru-paru hanya mengancam perokok aktif

Faktanya, kanker paru-paru bisa menyerang siapa pun meski bukan perokok aktif. Kanker paru-paru pada orang tidak merokok biasanya disebabkan oleh gas radon, asap rokok, polusi udara, mutasi gen dan faktor genetik.

Meski begitu, perokok aktif memang lebih berisiko 15-25 kali menderita kanker paru-paru daripada orang yang tidak merokok.

Kanker paru-paru Sutopo Purwo Nugroho makin menyebar (Instagram/Sutopopurwo)

Mitos 2: Hanya orang tua yang berisiko kanker paru-paru

Faktanya, kanker paru-paru bisa menyerang orang lebih muda, terutama jenis kanker paru-paru non sel kecil. Meskipun kanker paru-paru ini lebih sering menyerang orang yang lebih tua sekitar usia 65 tahun.

Baca Juga: Sutopo Meninggal Dunia, Kenali Jenis dan Tahapan Kanker Paru-paru

Mitos 3: Berhenti merokok tidak menurunkan risiko kanker paru-paru

Faktanya, meskipun Anda seorang perokok aktif selama bertahun-tahun. Keputusan berhenti merokok perlahan akan menurunkan risiko kanker paru-paru Anda.

Jika Anda memulai hidup sehat dan berhenti merokok selama 10 tahun, setidaknya sudah menurunkan risiko kanker paru-paru sebesar 50 persen.

Mitos 4: Rokok rendah tar lebih aman dari rokok biasa

Faktanya dilansir dari hellosehat.com, rokok rendah tar dan rokok biasa sama-sama berisiko menyebabkan kanker paru-paru. Sejumlah penelitian telah menunjukkan rokok rendah tar (rokok menthol) justru lebih berbahaya dan membuat orang lebih sulit berhenti.

Mitos 5: Olahraga tidak memengaruhi risiko kanker paru-paru

Load More