Suara.com - Seorang wanita usia 65 tahun mengeluh sering batuk darah dan merasa ada sesuatu yang bergerak di tenggorokannya hingga memutuskan pergi ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, wanita bernama Wang ini langsung mengeluhkan ketidaknyamanan di tenggorokannya karena ada sesuatu yang bergerak kepada dokter.
Dokter lantas melakukan bronkoskopi, yakni memasukkan kamera mikroskopis ke dalam tenggorokannya guna melihat saluran udara paru-parunya.
Hal mengejutkannya, dokter melihat ada hewan lintah penghisap darah yang hidup di dalam tenggorokan perempuan tersebut.
Tim medis mengatakan lintah tersebut menempel erat di dindin trakea pasien. Sehingga dokter kesulitan untuk mengeluarkan lintahnya.
Apabila dokter melepas dan mengeluarkan paksa lintah justru bisa menyebabkan cedera sekunder pada wanita itu dan membutuhkan operasi lebih lanjut.
Karena itu, dokter mengambil lintah tersebut dengan cara membekukannya dahulu sehingga lebih mudah untuk menariknya keluar dari tenggorokan.
"Dalam kasus seperti ini, dokter membekukan lintah supaya lintah dengan menyemprotkan zat pembeku karbon dioksida di atasnya. Hal ini untuk menurunkan suhu tubuhnya menjadi minum 80 derajat celcius," kata dr. Yao yang menangani kasusnya dikutip dari Mirror.
Setelah lintah membeku, otomatis tubuhnya akan melepaskan diri dari dinding trakea pasien. Saat itu pula dokter bisa menarik dan mengambilnya keluar dari tenggorokan pasien.
Baca Juga: Suara Raffi Ahmad Terancam Hilang Karena Benjolan Tenggorokan, Kenapa Bisa?
Prosedur pembekuan hingga pengambilan lintah dalam tenggorokan wanita ini berlangsung selama 6 menit.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Wang juga orang yang senang mengonsumsi air mentah dari mata air. Kebiasaan minum air mentah dari mata air itulah yang menyebabkan lintah hidup di tenggorokannya.
Karena kemungkinan besar air mentah yang diminumnya mengandung telur atau larva lintah yang bisa menetas dalam tubuh dan tumbuh di tenggorokan.
Kasus ini sama halnya ketika dokter menemukan ada laba-laba di telinga seorang pasien dengan kondisi telinga sudah membengkak.
Berita Terkait
-
Dunia Sindhunata dalam Mata Air Bulan: Sebuah Perjumpaan Iman dan Budaya
-
Tarian Darah dari Rawa
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Ikut Soroti Polemik Aqua Ambil Air Sumur Bor, DPR Minta BPKN Turun Tangan: Ini Persoalan Serius!
-
Lintah Darat Merajalela, Prabowo: Rakyat Tak Boleh Pinjam ke Rentenir
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat