Suara.com - Gara-gara ucapan Galih Ginanjar soal Miss V mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, yang katanya bau ikan asin, sontak lauk favorit banyak orang Indonesia ini naik daun. Dari kalimat yang dilontarkan Galih Ginanjar, tampak bahwa ikan asin memiliki konotasi negatif. Memangnya, apa salah ikan asin?
Ikan asin tak hanya dikonsumsi oleh masyarakat tak mampu, karena nyatanya banyak juga ikan asin yang dibanderol dengan harga mahal. Pun bukan sebuah lambang keterbelakangan masayarakat Indonesia, karena toh ikan asih juga ditemui di negara-negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia, bahkan Amerika.
Nah, buat Anda yang masih memandang rendah pada ikan asin, coba deh cek fakta soal ikan asin berikut.
1. Ikan asin juga punya nilai gizi
Dikutip dari dkpp.jabarprov.go.id, meski sudah mengalami proses penggaraman dan pengeringan, ikan asin tetap memiliki nilai gizi, yaitu sebagai berikut:
- energi: 193 kkal
- protein: 42 g
- karbohidrat: 0 g
- lemak: 1,5 g
- kalsium: 200 mg
- fosfor: 300 mg
- zat besi: 3 mg
2. Banyak ikan yang bisa diolah menjadi ikan asin
Tak hanya ikan teri atau ikan kecil lainnya yang bisa dibuat menjadi ikan asin. Beberapa jenis ikan besar yang terkenal enak pun bisa diolah menjadi ikan asin, seperti ikan gabus, ikan peda, ikan tenggiri, dan ikan patin.
3. Proses pengawetan ikan asin semakin canggih
Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu teknologi pangan, semakin banyak pelaku usaha ikan asin yang menggunakan teknologi modern dalam menghasilkan produk ikan asin yang berkualitas.
Menurut Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, yang merupakan dosen ahli bidang Rekayasa Proses Pangan dari IPB, pemanfaatan sinar matahari tak lagi bisa maksimal dalam pembuatan ikan asin, karena bisa terhambat pada kondisi cuaca yang mendung, sehingga mengakibatkan proses pembuatan ikan asin gagal. Solusinya, ikan asing bisa dikeringkan menggunakan cairan inert (CO2, N2) atau udara yang dialirkan di atas ikan asin yang akan dikeringkan.
Baca Juga: Galih Ginanjar Bantah Dibayar Mahal untuk Ngomong Ikan Asin
4. Tips memilih ikan asin bebas pengawet
Proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari bisa terhambat saat musim hujan, dan oleh karena itu, banyak pelaku usaha bermain 'nakal' dengan menambahkan formalin. Nah, untuk menghindari ikan asin dengan formalin ini, Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si, dari Jurusan I,mu dan Teknologi Pertania, IPB, memberi tips memilih ikan asin yang baik, yaitu:
- warna daging mendekati warna asli ikan segar, tidak kemerahan atau pudar
- hindari ikan asin dengan bercak berwarna kemerahan, biru, putih, atau ungu, karena bisa jadi indikasi tercemar bakteri atau jamur
- khusus ikan asin teri medan, pilih yang tidak terlalu putih, karena biasanya telah diberi zat pemutih agar lebih menarik
- pilih ikan asin dengan tekstur daging yang padat kenyal dan tidak mudah sobek
- bagian dinding perut ikan asin harus masih utuh, tidak hancur seperti menjadi bubur yang berwarna kecokelatan
- ikan asin berbau segar seperti bau laut dan tidak berbau busuk menusuk atau asam
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat