Suara.com - Air Sungai Diduga Jadi Sumber Penularan Virus Hepatitis A di Pacitan
KLB Hepatitis A di Pacitan sudah berhasil ditangani dengan baik, dengan tidak ditemukannya kasus baru per 8 Juli 2019. Penelitian untuk menemukan sumber penularan virus pun akhirnya memiliki titik terang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Eko Budiono mengatakan, virus Hepatitis A diduga kuat berasal dari air resapan kolam di sungai Kalingoro yang selama ini dikonsumsi warga di sekitar wilayah Sudimoro, Pacitan, Jawa Timur.
Dilansir Antara, air sungai Kalingoro selama ini digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, MCK, dan keperluan industri rumah tangga lainnya.
"Co-infeksi-nya sih begitu. Jadi kalau airnya itu mengandung bakteri E-coli, maka kemungkinan didekati Hepatitis virus A itu memang ada," kata dr Eko.
Pernyataan itu dia sampaikan setelah sebelumnya mendapat laporan hasil uji laboratorium atas sampel air resapan sungai Kalingoro di Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro yang selama ini menjadi sumber air baku warga di 10 desa setempat yang mengalami dampak kekeringan.
Hasil pemeriksaan sebelum dilakukan klorinasi, kata dr Eko, indeks bakteriologisnya E-coli yang didapat mencapai 2.400/100 mililiter.
Jumlah itu jauh melampaui nilai ambang batas yang ditoleransikan secara kesehatan sanitasi lingkungan, yakni 50/100 ml.
"Tapi setelah kami lakukan klorinasi ya Alhamdulillah, bakterinya bisa turun. Kemarin kami cek lagi indeks bakteriologisnya tinggal sekitar 48/100 mililiter. Di bawah 50/100 mililiter lah," katanya lagi,
Baca Juga: Ini 3 Seputar Hepatitis yang Wajib Kamu Ketahui!
Air sungai yang diresapkan secara sederhana pada struktur batu pasir di tengah sungai Kalingoro yang mulai mengering itu hingga kini masih tetap digunakan warga.
Air dari kolam resapan Sungai Kalingoro itu bahkan disebut digunakan oleh hampir 80 persen warga Kecamatan Sudimoro yang tersebar di 10 desa sejak tiga bulan lalu hingga sekarang. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!