Suara.com - Keren, Sains Buktikan Pelihara Anjing Bikin Orang Tambah Bahagia
Memelihara hewan peliharaan, termasuk anjing, bisa mendatangkan kebahagiaan bagi yang melakukan.
Dilansir Brightside.me, baru-baru ini penelitian terbaru membuktikan pengaruh anjing terhadap kehidupan kita.
Dari penelitian tersebut, terbukti bahwa memelihara anjing membuat orang lebih bahagia daripada memelihara kucing.
Dalam survei GSS, 36 persen pemilik anjing mengaku bahagia, dibandingkan dengan pemilik kucing yang hanya 18 persen saja.
Uniknya, orang yang memelihara kucing dan anjing di satu tempat, justru menggambarkan diri mereka kurang bahagia dibandingkan dengan pemilik anjing semata.
Pemilik anjing juga menyebutkan bahwa mereka benar-benar menikmati menghabiskan waktu bersama anjing mereka dan persahabatan mereka membantu mereka melewati masa-masa sulit.
Pemilik anjing cenderung ekstrovert
Meski begitu, tingkat kebahagiaan dapat dihubungkan tidak hanya dengan memiliki seekor anjing. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memelihara anjing cenderung lebih santai dan ekstrovert. Jadi kepribadian pemilik juga bisa mempengaruhi persepsi tentang dunia dan membuat mereka lebih puas dengan kehidupan.
Baca Juga: Mau Jadi Ibu, Wanita Ini Ingin Pakai Nama Anjing Teman untuk Calon Bayi
Lebih sering melakukan aktivitas fisik
Di sisi lain, pemilik anjing lebih aktif dan mudah bergaul. Hal ini membuat mereka lebih sering melakukan aktivitas fisik daripada pemilik kucing.
Aktivitas fisik tingkat tinggi juga dapat berkontribusi pada perasaan bahagia. Pemilik anjing juga lebih cenderung terlibat dalam aktivitas fisik di luar ruangan dan berinteraksi dengan orang lain selama berjalan-jalan yang membuat mereka merasa lebih terhubung dengan komunitas.
Memelihara anjing menandakan Anda sudah berkeluarga
Pemilik anjing kemungkinan besar akan menikah dan memiliki rumah. Bahwa keluarga dengan anak-anak memilih anjing sebagai peliharaan mereka cukup sering.
Berada dalam hubungan yang serius dan memiliki orang-orang dekat yang dapat diandalkan membuat seseorang merasa lebih aman dalam hidupnya. Hal ini juga secara dramatis meningkatkan dan memengaruhi kesejahteraan dan keadaan pisikologi seseorang. [Rosalin Febriyanti]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi