Suara.com - Sampai sekarang, masih banyak orang memiliki termometer kaca yang biasanya diletakkan di ketiak untuk mengukur suhu tubuh. Padahal termometer kaca ini bisa berbahaya untuk penggunanya karena mengandung merkuri.
Banyak orang menggunakan termometer kaca karena membacanya lebih mudah. Tetapi, risiko penggunaannya tentu lebih besar jika termometer rusak atau jatuh dan pecah.
Jika Anda melihat, ada cairan perak di termometer itu yang disebut cairan merkuri. Penelitian mengungkap cairan merkuri ini bisa berbahaya jika tertelan atau terkena seseorang.
Melansir dari Poison Control, jika cairan merkuri itu terkena kulit atau masuk ke dalam mulut, bisa menyebabkan iritasi ringan atau sensasi terbakar.
Cairan merkuri yang masuk ke dalam mata juga bisa menyebabkan iritasi selama 15-20 menit.
Begitu pula jika menghirup uapnya. Itu bisa menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, nyeri dada, muntah, dan sakit kepala.
Apabila tumpahan merkuri tidak segera dibersihkan, uap ini dalam konsentrasi rendah mungkin tidak akan menyebabkan efek samping secara langsung.
Meski begitu, paparan uap jangka panjang yang berulang bisa menyebabkan masalah seperti gemetar, sulit berjalan, lemah, sakit kepala, radang gusi, kulit merah hingga kehilangan nafsu makan.
EPA merekomendasikan langkah-langkah pembersihan berikut ini jika termometer air raksa Anda pecah.
Baca Juga: Mengandung Merkuri, Kemenkes Bakal Tarik 5 Alat Kesehatan Ini
- Jangan biarkan anak membantu membersihkan
- Bersihkan permukaan yang terkena cairan merkuri sampai bersih.
- Jika merkuri tumpah di kain yang udah meresap seperti korden, seprai, karpet dan lainnya lebih baik buang benda tersebut
- Kenakan sarung tangan lateks ketika membersihkan
- Jangan gunakan penyedot debu atau sapu ketika membersihkan merkuri
- Gunakan pipet untuk mengambil manik-manik merkuri
Bagaimana? Adakah di antara Anda yang masih menggunakan termometer kaca?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin