Health / Konsultasi
Kamis, 08 Agustus 2019 | 06:25 WIB
Daging merah, daging mentah. (Shutterstock)

Suara.com - Idul Adha yang tak lama lagi akan diperingati oleh seluruh umat muslim di dunia sangat identik dengan daging. Di Indonesia, hewan yang biasa dijadikan kurban adalah sapi atau kambing.

Umumnya daging ini akan diolah menjadi satai, rendang, atau makanan khas daerah lainnya.

Sebelum memasaknya, tentu kita harus tahu dahulu bagaimana cara mengolah daging.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menganjurkan untuk tidak mencuci daging mentah sebelum memasaknya karena dapat menyebarkan bakteri ke permukaan, peralatan, dan makanan lain di sekitar daging.

Kontaminasi silang ini dapat berpotensi penyakit bawaan, kata Daniel Green, direktur mikrobiologi klinis di New York-Presbyterian / Columbia University Medical Center.

Menurutnya, daging sapi dapat mengandung bakteri E. coli. Saat tetesan dari daging jatuh ke permukaan benda, itu akan menciptakan tempat untuk berkembang biak yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

Pedagang daging sapi di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Jumat (4/5).

Gejalanya meliputi sakit perut, demam, dan muntah dan bisa memakan waktu 24 hingga 48 jam untuk inkubasi.

Bahkan, sebenarnya mencuci daging itu tidak membantu menghilangkan bakterinya. Sebab, bakteri di permukaan daging tersusun rapat.

"Mencuci juga bukan cara yang sangat efisien untuk menghilangkan bakteri dari daging. Banyak bakteri dapat melekat erat pada daging. Jadi bahkan jika Anda mencucinya, Anda tidak secara efektif menghilangkannya," kata Green, melansir VICE.

Baca Juga: Bergerak Sendiri! Reaksi Daging Mentah Disiram Soda Mengejutkan

Pedagang daging sapi di Pasar Senen Blok III, Jakarta, Jumat (4/5).

Namun, melansir Extension.wsu.edu, ketika Anda memasak seluruh daging dalam suhu di atas 71 derajat celcius, itu dapat menghancurkan bakteri penyebab penyakit.

Hal ini juga berlaku untuk merendam daging, baik daging merah, daging unggas, maupun daging babi.

Load More