Suara.com - Baru-baru ini Dede Sunandar menceritakan kondisi anak keduanya, Ladzan, yang menderita sindrom williams di usia 1,4 tahun.
Akibat sindrom langka ini, anak kedua Dede Sunandar mengalami masalah jantung, paru-paru, hingga lambung.
"Iya, dia punya penyakit yang beda dari semua orang. Nama penyakitnya williams syndrome. Jadi harus dioperasi. Mau nggak mau. Operasinya itu ada empat tahapan, umur satu sampai tiga tahun, tujuh tahun, 13 tahun sampai 23 tahun," kata Dede Sunandar dalam acara talkshow Okay Boss, Selasa (6/8/2019) kemarin.
Melansir dari Very Well Health, sindrom williams adalah kelainan genetik yang ditandai oleh keterlambatan perkembangan dan kondisi medis tertentu, seperti masalah jantung dan tonus otot rendah.
Orang dengan sindrom williams juga biasanya memiliki keterampilan bahasa tingkat lanjut, kepribadian yang ramah, dan cinta musik. Hal ini disebabkan oleh kelainan kromosom dan memengaruhi bagaimana seseorang tumbuh dan berkembang.
Karena sindrom williams adalah kelainan genetik, tidak ada obat atau perawatan yang bisa menyembuhkannya. Namun, ada beberapa terapi dan sumber daya yang tersedia untuk membantu mendukung anak-anak dan keluarga.
Sebagian besar anak-anak dengan sindrom williams dapat mengambil manfaat dari terapi fisik, terapi okupasi dan terapi wicara untuk membantu keterlambatan perkembangan dan keterampilan motorik.
Ketika seseorang mengetahui anaknya menderita sindrom williams, biasanya akan mengalami perubahan besar dalam hidupnya.
Meskipun ada banyak tantangan dalam membesarkan anak dengan sindrom williams. Anda akan merasakan banyak aspek positif yang diperoleh dari penyakit ini.
Baca Juga: Mudah Jatuh Cinta, Kenali Fakta Sindrom Williams yang Diidap Putra Dede
Hasil survei terhadap orangtua dan anak dengan sindrom williams, rata-rata mereka justru memiliki kehidupan yang lebih baik dan sesuai harapannya.
Oleh karena itu, fokuslah pada masalah medis lebih dulu ketika mendengar anak didiagnosis sindrom williams. Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau kondisi medis lainnya, itu perlu ditangani lebih dulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat