Suara.com - Bukan Cuma Jadi Tanaman Hias, Ini 5 Manfaat Tumbuhan Kaktus untuk Kesehatan.
Tumbuhan kaktus diketahui atau lebih populer sebagai tanaman hias. Namun, tahukah Anda tumbuhan ini ternyata bisa dimakan.
Makan kaktus jenis tertentu, ternyata bisa membawa beberapa manfaat bagi kesehatan.
Terdapat puluhan jenis kaktus yang bisa dimakan, salah satunya adalah kaktus nopales atau prickly pear yang sangat populer di Amerika Latin dan Meksiko. Meski permukaannya dipenuhi duri tajam, tumbuhan ini diyakini memiliki manfaat.
Kaktus dapat dimakan mentah atau ditumis bersama bahan pelengkap lainnya. Agar hidangan terasa lebih lezat, tumbuhan kaktus yang digunakan sebaiknya masih muda dan empuk.
Tumbuhan ini memiliki tekstur yang renyah. Rasanya tawar dan padat, dengan sedikit rasa asam segar. Tak hanya nikmat, makan kaktus pun diketahui memiliki berbagai manfaat sebagai berikut dilansir Hello Sehat:
1. Kaya kandungan nutrisi
Seperti bahan makanan pada umumnya, kaktus mengandung berbagai nutrisi bermanfaat. Kaktus mentah seberat 128 gram mengandung 3 gram karbohidrat, 1 gram protein, 2 gram serat, dan 14 kalori.
Manfaat lain dari makan kaktus adalah memberikan tubuh Anda 20 mikrogram vitamin A, 8 miligram vitamin C, 4.6 mikrogram vitamin K, dan 141 miligram kalsium.
Baca Juga: Wali Kota Risma Akui Tak Ada Masalah dengan Mahasiswa Papua di Surabaya
Vitamin dan mineral adalah dua nutrisi yang penting untuk menjaga kelangsungan fungsi tubuh.
2. Memperlancar pencernaan
Makak kaktus ternyata juga memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan.
Kaktus mengandung banyak serat pangan yang penting bagi proses pencernaan. Kandungan serat pada makanan membuat feses menjadi padat sehingga lebih mudah dikeluarkan dari saluran cerna.
Asupan serat yang Anda peroleh dari makan kaktus juga merangsang gerak peristaltik (gerakan meremas) pada otot-otot halus di sepanjang usus.
Kondisi ini dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga