Suara.com - Pil KB, salah satu alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh wanita. Alat kontrasepsi hormonal ini mempunyai dua jenis utama, yaitu pil kombinasi (estrogen dan progestin) dan pil progestin saja.
Melansir Womens Health Magazine, cara kerja kedua pil ini cukup berbeda.
- Pil Kombinasi
Pil kombinasi mengandung hormon estrogen dan progesteron, yang dapat mencegah kehamilan dengan menjaga ovarium untuk tidak melepaskan sel telur, menurut Christine Greves, MD , seorang OB-GYN di Orlando Health Winnie Palmer Hospital for Women & Babies.
Berdasarkan National Institute of Health (NIH), pil kombinasi ini juga menyebabkan leher rahim atau serviks menebal, sehingga sperma akan sulit menemukan sel telur.
Ada beberapa jenis pil kombinasi, yaitu monophasic, multiphasic, dan extended-cycle.
- Pil Progestin
Pil progestin atau biasa disebut sebagai pil mini, memiliki fungsi yang berbeda dari pil kombinasi.
Alat kontrasepsi ini mencegah kehamilan dengan menebalkan lendir serviks sehingga sperma tidak akan mencapai sel telur, Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS (HHS).
Baca Juga: Bongkar Tas Millendaru, Warganet Salfok Ada Pil KB
Pil ini tidak menekan ovulasi seperti pil kombinasi.
"Pil ini sangat ideal untuk seseorang yang tidak dapat mengambil estrogen karena potensi efek samping atau gangguan lainnya," kata Tara Shirazian, MD, ginekolog di NYU Langone Health.
Berita Terkait
-
Langsung Pasang KB Setelah Menikah, Bisa Bikin Susah Hamil? Ini Kata Dokter
-
Menteri Wihaji Apresiasi PSN dan Program KB di Kota Metro pada Puncak Hari Kontrasepsi Sedunia
-
Benarkah Pil KB Picu Risiko Asma Bagi Perempuan Muda? Ini Fakta Penelitian
-
Polisi Bicara Alat Kontrasepsi di Tas dan Kresek, Apa Hubungannya dengan Bunuh Diri Arya Daru?
-
Kontrasepsi Jadi Beban Tunggal Perempuan, Ketimpangan Peran KB di Keluarga
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak