Suara.com - Setelah hidup hanya dengan mengonsumsi buah-buahan, sepasang suami istri bernama Ali Reza (28) dan Daniella Siira (22) telah sembuh dari serangkaian penyakit.
Keduanya adalah konsultan kesehatan yang menjalani diet berbasis buah vegan mentah. Sebelumnya, Ali sempat menderita sembelit, masuk angin, kembung, lemak, jerawat, lingkaran hitam, dehidrasi dan kelelahan.
Sementara Daniella sempat mengalami gangguan makan, kegelisahan dan masalah pencernaan sebelum menjalani diet buah-buahan.
Karena sejumlah penyakit itu, mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan dengan diet buah-buahan. Mereka mengaku telah merasakan manfaat diet buah-buahan ini setelah 2 minggu.
Mereka menemukan bahwa kualitas buah jauh lebih tinggi. Mereka sangat menikmati buah-buahan eksotis seperti durian. Tak jarang, mereka juga mengonsumsi pisang dan kurma.
"Diet buah-buahan ini adalah diet tinggi karbohidrat di mana Anda mengonsumsi buah utuh segar yang didominasi mentah dengan beberapa sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian," kata Ali dikutip dari Metro.co.uk.
Setelah 4 tahun menjalani diet buah-buahan, Ali pun sudah membuktikan bahwa diet buah-buahan justu lebih terasa manfaatnya daripada diet vegan.
Selain itu, Ali juga merasa tubuhnya menjadi lebih sehat meskipun kehilangan otot kekarnya setelah menjalani diet buah-buahan ini.
"Sebelumnya, saya binaraga penuh waktu. Setiap hari, saya mengonsumsi makanan olahan seperti daging, susu dan telur. Saya mengalami sembelit, gas, kembung, dehidrasi, masalah kulit sampai bau badan," katanya.
Baca Juga: Naik 10 Kg Setelah Menikah, Ge Pamungkas Dipaksa Istri Diet
Namun, diet buah-buahan ini membuat kesehatan dan penampilan tubuhnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia sudah tidak mengalami sejumlah masalah penyakit itu dan tubuhnya lebih sehat.
"Kami hanya bergantung pada pisang dan kurma sebagai sumber kalori harian kita. Pasta, kentang, nasi dan jagung juga tetap menjadi makanan pokok," ujarnya.
Berita Terkait
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Gejala Beragam dan Sulit Terdeteksi, Ini Fakta tentang Autoimun
-
Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh