Suara.com - Hampir semua orang pasti akan merinding ketika membaca cerita atau melihat film horor menakutkan. Seperti ketika membaca cerita horor KKN di Desa Penari yang belakangan viral di media sosial.
Kisah mistis KKN di Desa Penari ini tengah menjadi sorotan warganet. Cukup banyak yang membagikan responsnya setelah membaca cerita mistis tersebut.
Tetapi, apakah membaca cerita atau menonton film horor memberikan manfaat baik untuk kesehatan?
Jika Anda pernah merasa detak jantung bergerak lebih cepat ketika menonton maupun membaca cerita horor. Melansir dari Time, ternyata hal tersebut memberikan manfaat pada kesehatan, seperti pembakaran kalori dan membuat suasana hati menyenangkan.
Menurut Richard Mackenzie, peneliti di Universitas Roehampton di London, stimulus yang penuh tekanan ketika menonton film horor ini menyebabkan pelepasan hormon adrenalin. Hormon inilah yang memicu respons melawan atau lari pada sistem saraf.
Sama halnya dengan detak jantung Anda yang berdegup kencang, respons ini juga menarik energi cadangan dari tubuh.
Sebuah studi tahun 2003 dari Universitas Coventry di Inggris juga menemukan bahwa mendengarkan atau menonton film horor secara signifikan meningkatkan tingkat sirkulasi sel darah putih yang melawan penyakit dan infeksi.
Tim studi juga menguji kemampuan film horor dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dalam jangka pendek. Sepertinya, lebih tepat jika film horor dianggap sebagai "stres yang baik".
"Penelitian yang dilakukan oleh kami juga menunjukkan bahwa rangsangan negatif dengan rangsangan tinggi meningkatkan suasana hati secara signifikan," kata Margee Kerr, seorang peneliti sosiologis.
Baca Juga: Bisa Ukur Detak Jantung, Begini Canggihnya Sarung Tangan Pembalap F1
Karena itu, mereka menganggapnya ketakutan juga bisa meningkatkan mood seseorang. Tidak hanya ketika menonton film horor, tetapi juga saat mendengarkan, membaca, melihat atraksi horor atau berkunjung ke wahana hantu.
Kerr juga menambahkan kebanyak orang yang tadinya merasa cemas dan frustasi akan lebih bahagia setelah merasa ketakutan maupun memiliki pengalaman menyeramkan.
Namun, manfaat menonton film horor pada kesehatan dan suasana hati ini tidak berlaku pada anak-anak. Mereka justru bisa memiliki kecemasan residual ketika dewasa dari pengalaman menonton film horor menakutkan.
Berita Terkait
-
Sinopsis The Hunt: Perburuan Manusia oleh Kelompok Elit Demi Kesenangan, Tayang di Netflix
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop
-
Vanesha Prescilla Debut Horor Psikologis di Jepang lewat Film The Scarecrow Valley
-
Kewarasan yang Dipertanyakan: 'Juminten Edan' Bawa Isu Sosial ke Level Horor yang Menakutkan
-
Salmokji: Whispering Water Sukses Puncaki Box Office 21 Hari Berturut-turut
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia