Suara.com - YouTuber Ria Ricis kembali menjadi topik pembicaraan lantaran dirinya memakan gurita secara hidup-hidup.
Hal ini dilakukannya ketika mengisi konten YouTube beberapa waktu yang lalu.
Terkait hal itu, Ricis pun meminta maaf melalui unggahan instgram story Jumat (30/8/2019). Tidak hanya itu, Ricis juga mengonfirmasi gurita yang dikonsumsinya itu sudah mati.
"Halo semuanya, Asslamualaikum. Mengenai berita yang katanya lagi rame soal aku makan gurita di Korea kemarin, saya mohon maaf sebelumnya. Sebelum makan dan bikin konten saya sudah konfirmasi dengan berulang bahwa gurita yang saya makan sebenarnya keadaan mati.
Gurita bergerak karena adanya campuran garam atau bumbu lainnya (yang sudah pernah coba langsung ke sana pasi tau). Lalu pendapat orang di Korea dan muslim di sana menganggap tidak masalah dengan memakan hewan tsb," tulis Ria Ricis.
Belajar dari pengalaman Ricis, ternyata mengonsumsi gurita hidup sama sekali tidak direkomendasikan pakar. Hal ini berkaitan dengan peluang bahaya tersedak.
"Itu (gurita hidup) dikonsumsi dengan adanya peringatan keselamatan," kata Jenny Tschiesche, seorang penulis sekaligus ahli gizi, kepada INSIDER.
"Makanan ini tidak direkomendasikan. Ada bahaya tersedak, terutama dari tentakel yang tersangkut di bagian dalam tenggorokan, hal ini dapat menyebabkan penyumbatan," sambungnya.
Pada April 2010, seorang wanita Korea Selatan pingsan dan berhenti bernapas setelah makan gurita hidup. Wanita ini meninggal 16 hari kemudian.
Baca Juga: Makan Gurita di Korea, Ria Ricis Minta Maaf
Berita Terkait
-
Siapa Mikhail Iman? Sosok yang Dicurigai Pacar Baru Ria Ricis
-
Apes! Ria Ricis dan Tim Alami Kejadian Tak Mengenakan saat Liburan di Dubai: Zonk dan Terburuk
-
10 Content Creator Terpopuler di TikTok 2025, Juaranya Bukan Fuji
-
Ria Ricis Bongkar Kisah Pilu Bencana Sumatra: Rumah Hanyut, Keluarga Hilang, Semua Berantakan
-
Ria Ricis Ungkap Kondisi Banjir Sumatra Barat: Kritis, Banyak Korban Hilang
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?