Suara.com - Kecelakaan beruntun yang terjadi di tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, persisnya di ruas Tol Purbaleunyi arah Jakarta Km 91 pada Senin (2/9/2019) pukul 13.00 WIB melibatkan 21 kendaraan.
Menurut Kapolres Purwakarta AKBP Matrius, dugaan sementara penyebab insiden tersebut adalah mobil truk pengangkut tanah terguling dan menutup jalan.
Ia menambahkan, tergulingnya truk tersebut diduga karena pengemudi kurang konsentrasi serta kelebihan kapasitas.
"Terguling itu bisa disebabkan muatan melebihi batas, jalanan yang jelas menurun. atau faktor mengemudinya lelah atau ngantuk," jelas Matrius di lokasi kecelakaan, Senin (2/9/2019).
Mengantuk atau kelelahan seakan sudah umum menjadi salah satu faktor kecelakaan lalu lintas.
Melansir National Sleep Foundation, tidur adalah dorongan biologis yang kuat. Dan ketika pengemudi membutuhkannya, berbagai trik pencegahan justru tidak akan berhasil, termasuk menurunkan jendela hingga menaikkan volume radio.
Tidak selalu mudah untuk mengetahui kapan Anda terlalu lelah untuk mengemudi.
Untuk mencegah kecelakaan, kenali tanda ketika Anda diharuskan menepi:
- Kesulitan fokus, sering berkedip, atau kelopak mata berat
- Melamun, pikiran 'berkelana' atau terputus
- Kesulitan mengingat sudah melewati beberapa kilometer, pintu keluar atau rambu lalu lintas
- Menguap berulang kali atau menggosok mata Anda
- Kesulitan mempertahankan kepala Anda
- Melenceng dari jalur atau meliuk
- Merasa gelisah atau mudah tersinggung
Baca Juga: Kecelakaan di Cipularang, Ini 5 Tips Tetap Fokus Saat Menyetir Jarak Jauh
Sebelum seseorang benar-benar tertidur saat mengemudi, kehilangan konsentrasi dan waktu reaksi yang melambat membuat mengemudi sambil mengantuk menjadi sangat berbahaya.
Mengemudi adalah kegiatan kompleks yang melibatkan banyak keputusan kecil namun penting dengan setiap detik berlalu.
Bahkan jika Anda dipaksa untuk bangun, otak tidak berfungsi secara optimal untuk menangani keputusan ini.
Studi menunjukkan rasa kantuk berlebihan dapat mengurangi penilaian kita dan meningkatkan pengambilan risiko.
Berita Terkait
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Penampakan 'Taksi Ijo' Biang Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jenguk Korban Tragedi Maut Kereta Bekasi, Prabowo Pastikan Jaminan Kompensasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin