Suara.com - Ibunda Kiki Farrel, Dahlia kembali berjuang melawan kanker usus keduanya setelah dinyatakan membaik beberapa waktu sebelumnya.
Sama seperti Ria Irawan, sel kanker usus ibunda Kiki Farrel kembali aktif sejak Juli 2019. Akibat serangan kanker usus kedua ini, ibu Kiki Farrel menjalani operasi dan pengobatan kemoterapi selama 2 minggu di rumah sakit.
"Ternyata sakitnya itu adalah cancernya ( usus ) muncul kembali dan akhir Juli sudah dioperasi. Mama dirawat kurang lebih 2 minggu," ungkap Kiki Farrel di Instagram.
Menurut Kiki Farrel, sang ibu kembali merasakan sakit di perutnya sekitar April 2019. Setelah diperiksa dokter pada Juli 2019, sakit yang dirasakan Dahlia ternyata karena kanker usus yang kembali bermasalah.
Melansir dari Bowel Cancer Australia, ternyata kanker usus seperti ibu Kiki Farrel termasuk penyakit kronis yang harus diwaspadai semua wanita.
Faktanya, kanker usus ini lebih rentan menyerang wanita sama seperti kanker payudara. Terbukti, dari 45 persen wanita di Australia didiagnosis kanker usus.
Bahkan kanker usus ini bisa mengancam wanita dari segala usia, baik muda maupun lansia. Seperti ibunda Kiki Farrel, Dahlia yang sudah menginjak usia 62 tahun.
Kanker usus pada wanita termasuk penyebab kematian ketiga akibat kanker, setelah kanker payudara dan paru-paru pada wanita. Terbukti, 2.500 dari 7.000 wanita Australia yang didiagnosis kanker usus meninggal dunia setiap tahunnya.
Sebanyak 15 persen wanita yang didiagnosis kanker usus, kebanyakan berusia di bawah 55 tahun. Hal ini pertanda bahwa kanker usus menyerang semua wanita tanpa batasan usia.
Baca Juga: Pasca Operasi, Berat Badan Ibu Kiki Farrel Menyusut
Adapun gejala yang mungkin akan dialami wanita ketika terserang kanker usus.
1. Perubahan kebiasaan buang air besar
2. Pendarahan dubur alias darah pada tinja
3. Sering merasa kram, kenyang, kembung di perut bagian usus
4. Perasaan penuh seperti belum buang air besar
5. Nyeri dubur atau benjolan di atas anus
Berita Terkait
-
Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain
-
Kebohongan Denada Soal Nafkah Dibongkar, Ressa Ternyata Putus Sekolah dan Mobil Ditarik Leasing
-
Disudutkan Teman Artis Denada, Ressa Rizky Rossano Klaim Disalahkan atas Boikot Ibunya
-
Iis Dahlia Klarifikasi Tuduhan Mengintimidasi Ressa Anak Denada
-
Iis Dahlia Geram Netizen Ikut Campur Masalah Denada: Orang Luar Jangan Sok Tahu!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?