Suara.com - Seorang balita usia 2 tahun nyaris meninggal dunia karena ada sebuah baterai bersarang di tenggorokannya. Beruntungnya, balita bernama Elsie-Rose Duffy itu sempat dioperasi dan selesai tepat waktu.
Seorang ahli bedah yang menangani Elsie mengungkap proses operasi pengambilan baterai sangat terpaku pada waktu. Apabila terlambat, nyawa Elsie bisa tak terselamatkan.
Sebelumnya, Elsie dilarikan ke rumah sakit oleh ibunya, Kirsty, ketika diketahui menderita sakit perut parah. Elsie juga sempat kesulitan buang air kecil akibat ada baterai bersarang di tenggorokannya.
Tim medis yang menangani pun menjelaskan arus listrik pada baterai tersebut telah bercampur dengan air liur dan menghasilkan soda kaustik yang membakar tenggorokan Elsie.
Ahli bedah lantas menyarankan operasi pengambilan baterai di tenggorokan Elsie bersama tim ahli jantung. Saat itu, Kirsty sebagai ibu pun sangat berharap nyawa anaknya dapat tertolong.
Meskipun begitu, okter juga sudah menjelaskan kemungkinan terburuknya nyawa Elsie tidak terselamatkan karena kondisi tenggorokan yang sudah terbakar.
"Para dokter sempat memberi tahu kami bahwa peluangnya (Elsie) bertahan hidup kecil. Harapannya selamat seperti orang sedang berjalan di tengah jalan raya yang lengah sedikit bisa tertabrak mobil," kata Kirsty, dikutip dari The Sun.
Kirsty pun sempat mencium anaknya sebelum tindakan operasi dimulai. Hal itu dilakukan karena dokter berpikir sangat kecil kemungkinannya operasi Elsie berjalan lancar.
"Dokter berpikir sangat kecil kemungkinannya Elsie bertahan hidup. Mereka mengira baterai itu sudah bersarang selama 24 jam sehingga menyebabkan banyak kerusakan di tenggorokan. Tetapi, sebuah keajaiban bahwa Elsie bisa bertahan hidup," tuturnya.
Baca Juga: Awalnya Dikira Hanya Sembelit, Balita Ini Meninggal karena Kanker Langka
Terkait kronologi awal Elsie menelan baterai, Kirsty mengaku tidak tahu apapun. Ia tidak melihat kapan anaknya menelan baterai dan tiba-tiba semua ini sudah terjadi.
Kendati begitu, pengalaman Kirsty ini bisa menjadi pelajaran semua orangtua agar selalu mengawasi tempat bermain anak-anak. Karena, mereka bisa menelan apapun dan itu berbahaya jika tidak diketahui.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda