Suara.com - Kebiasaan konsumsi makanan laut yang masih mentah bisa membawa dampak bahaya. Seperti pria bernama Lim dari Fuzhou yang mengalami demam tinggi dan batuk selama 10 hari akibat kebiasaannya konsumsi makanan laut mentah.
Mulanya dilansir dari World of Buzz, Lim menderita batuk berdahak biasa. Tetapi, batuk itu terus berkelanjutan dan semakin memburuk karena disertai demam tinggi.
Selama 10 hari batuk berdahak, Lim menderita demam tinggi lebih dari 39 derajat celcius. Saat itu Lim belum menduga kondisinya akan lebih parah.
Sehingga Lim memustukan untuk mengonsumsi beberapa obat-obatan biasa dengan harapan demamnya turun dan batuknya mereda. Namun, semua obat yang dikonsumsi tidak meredakan penyakitnya.
Lim memutuskan periksa ke dokter dan menjalani beberapa tes medis menggunakan sinar-X. Hasilnya, ditemukan ada cacing hidup di organ hatinya yang menyebabkanya menderita penyakit liver.
Cacing hati yang hidup di dalam tubuh Lim dikenal sebagai clonorchis sinensis yang merupakan cacing parasit. Biasanya manusia terinfeksi cacing ini setelah mengonsumsi ikan tawar mentah atau setengah matang.
Parasit ini bisa bertahan hidup di dalam tubuh hingga 20-30 tahun. Umumnya, gejala infeksi cacing hati ini seperti sakit perut, demam, mual, muntah dan diare. Dalam beberapa kasus yang serius, cacing hati bisa menyebabkan batu hingga kanker saluran empedu.
Setelah ditemukan cacing hati ini baru diketahui kalau Lim suka mengonsumsi sashimi dan udang air tawar. Selain itu, dia sering mengonsumsi makanan laut mentah. Bahkan ia biasa mengonsumsi makanan mentah itu selama 3 tahun.
Karena itu, dokter menyarankan agar semua orang tidak mengonsumsi makanan mentah. Terlepas itu bersih, sehat dan lebih segar. Konsumsi makanan mentah tetap berbahaya untuk kesehatan.
Baca Juga: Suka Konsumsi Makanan Setengah Matang, Cacing Pita Hidup di Otak Pria Ini!
Berita Terkait
-
Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!