Suara.com - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Setiap tahunnya, yaitu tepatnya pada 29 September, seluruh dunia memeringati World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia. Peringatan itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya melakukan pencegahan penyakit jantung.
Serangan jantung merupakan kondisi yang mengancam jiwa di mana pasokan darah ke jantung berhenti tiba-tiba, yang biasanya disebabkan oleh gumpalan darah.
Seseorang bisa bertahan setelah serangan jantung tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa cepat ia mendapatkan penanganan.
Beberapa hari setelah mengalami serangan jantung atau lebih tepatnya 24-48 jam pertama setelah serangan jantung, kesehatan pasien akan tidak stabil.
Pasien akan tempatkan di unit perawatan koroner (CCU). Kadar gula darah pasien diperiksa. Karena penyakit jantung, masalah kesehatan lain dapat timbul akibat jantung mungkin tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Selain itu, pasien juga akan merasa kelelahan.
Bagi Anda yang pernah mengalami serangan jantung, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan selama proses pemulihan agar mencegah Anda kembali mengalami serangan jantung, seperti dilansir dari boldsky.
1. Lakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik sangat penting bagi pasien jantung. Berolahraga secara teratur baik untuk menjaga berat badan, fungsi otot, terutama otot jantung.
Selain itu, olahraga seperti berenang, berlari, berjalan, bersepeda, dan jogging akan membantu memompa darah ke seluruh tubuh.
Baca Juga: Studi: Konsumsi Kacang Tiap Hari Bisa Jaga Kesehatan Jantung
Menurut penelitian yang diterbitakan dalam American Journal of Physiology-Heart and Circulatory Physiology, olahraga setelah mengalami serangan jantung meningkatkan sirkulasi oksigen dalam tubuh dan memperkuat kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
2. Diet sehat
Untuk mencegah risiko serangan jantung di masa depan, Anda perlu memiliki diet rendah lemak dan rendah kalori. Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Hal tersebut karena keduanya bisa menyebabkan pembentukan plak di arteri.
Arteri yang tersumbat bisa mencegah aliran darah ke jantung hingga menyebabkan serangan jantung. Menurut Journal of American Heart Association, mengonsumsi makanan nabati bisa mengurangi risiko penyakit jantung dibanding dengan pola makan hewani.
3. Berhenti merokok jika Anda seorang perokok
Merokok bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan membuat jantung sulit memompa darah dan berfungsi secara optimal.
Berita Terkait
-
Cara Mencegah Stroke Sejak Dini dengan Langkah Sederhana, Yuk Pelajari!
-
Gangguan Irama Jantung Intai Anak Muda, Teknologi Ablasi Dinilai Makin Dibutuhkan
-
Dont Miss a Beat: Setiap Menit Berharga untuk Menyelamatkan Nyawa Pasien Aritmia dan Stroke
-
Divonis Stroke, Kak Seto Ngeyel Disuruh Dokter Istirahat 2 Bulan: Nggak Nendang Rasanya!
-
Kak Seto Baru Sadar Kena Stroke Usai 4 Hari, Gejala Linglung dan Sulit Berpikir
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya