Suara.com - Nikita Mirzani kembali mengomentari sikap Farhat Abbas ketika bersuara persoalan DPR di Instagram. Kali ini Nikita Mirzani menyebut Farhat Abbas mengalami ambeien ketika ikut berkomentar soal DPR yang dianggap manusiawi.
Ejekan Nikita Mirzani kepada Farhat Abbas yang disebut ambeien seketika menjadi perhatian publik.
"DPR dan pemerintah sangat manusiawi dalam membuat Undang Undang. Farhat Abbas," tulis Farhat Abbas.
"Lg ambeyen sih Farhat kayanya," komentar Nikita Mirzani.
Di luar permasalahan itu, perlu diketahui ambeien atau wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di anus dan rektum bagian bawah mirip varises. Wasir dapat berkembang di dalam rektum atau di bawah kulit sekitar anus.
Gejalanya bisa terasa cukup menyakitkan atau tidak nyaman dan mengkhawatirkan. Melansir dari Medical News Today, berikut ini gejala wasir yang paling umum.
1. Pendarahan tanpa rasa sakit
2. Gatal atau iritasi di daerah anus
3. Ketidaknyamanan, rasa sakit atau pegal di daerah anus
4. Benjolan dan pembengkakan di daerah anus
5. Diare
Pada sebagian besar kasus, tindakan sederhana bisa mengurangi gejala wasir sementara tanpa pengobatan. Meskipun, obat-obatan dan pembedahan terkadang diperlukan.
Adapun obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi wasir adalah OTC. Ini termasuk salep, pembalut, atau supositoria.
Baca Juga: Dirawat karena Sakit Perut, Cut Meyriska Hamil?
Bahan aktif seperti hydrocortisone dan witch hazel dikenal bisa menghilangkan rasa gatal dan sakit. Konsultasikan dengan dokter jika obat-obatan ini tidak menunjukkan hasil setelah seminggu perawatan.
Jika Anda menginginkan pengobatan non-bedah, jenis yang paling umum untuk mengatasi wasir nonsurgical adalah ligasi pita karet.
Tindakan ini adalah prosedur rawat jalan untuk wasir internal, di mana pita elastis diletakkan di pangkal wasir untuk memotong pasokan darah. Wasir akan menyusut atau jatuh.
Prosedur lainnya adalah skleroterapi, yakni larutan disuntikkan ke dalam wasir internal. Tindakan ini akan menghasilkan bekas luka yang memotong suplai darah ke wasir. Fotokoagulasi inframerah dan elektrokoagulasi adalah dua pilihan lain.
Berita Terkait
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
-
Pensiun Jadi Paranormal, Mbah Mijan Kini Jadi Praktisi Pengobatan Alternatif Lulusan Tiongkok
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian