- Jerawat sering kambuh karena terapi konvensional hanya fokus pada gejala permukaan, bukan mengatasi faktor pemicu utamanya.
- BMDerma menghadirkan teknologi laser Aviclear di Indonesia untuk mengendalikan produksi minyak berlebih secara langsung pada kelenjar sebasea.
- Terapi laser ini menjadi alternatif efektif bagi pasien jerawat sedang hingga berat tanpa ketergantungan konsumsi obat oral.
Suara.com - Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dikeluhkan, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Meski terlihat sederhana, jerawat yang terus muncul dapat mengganggu rasa percaya diri, aktivitas sosial, hingga kualitas hidup seseorang.
Tak sedikit orang yang harus mencoba berbagai cara untuk mengatasinya, mulai dari penggunaan skincare, obat oles, antibiotik, hingga terapi oral. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan jerawat adalah sifatnya yang kerap kambuh setelah pengobatan dihentikan.
Menurut dr. Deasy Lius, Sp.D.V.E, Founder sekaligus Head Doctor BMDerma, kondisi tersebut terjadi karena banyak terapi masih berfokus pada gejala yang muncul di permukaan kulit, sementara faktor pemicunya belum sepenuhnya teratasi.
"Sering kali masalah jerawat itu kambuh, hilang lalu timbul kembali. Karena itu diperlukan pendekatan yang tidak hanya mengatasi jerawat yang sedang muncul, tetapi juga menyasar faktor penyebabnya," ujarnya.
Salah satu faktor utama terbentuknya jerawat adalah produksi minyak atau sebum yang berlebihan. Ketika minyak bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu peradangan yang akhirnya menimbulkan jerawat.
Karena itu, perkembangan dunia dermatologi kini mulai mengarah pada terapi yang menargetkan sumber masalah secara lebih spesifik, yaitu kelenjar minyak di dalam kulit.
Salah satu teknologi yang tengah menjadi perhatian adalah Aviclear, laser 1726 nanometer yang dirancang khusus untuk menangani jerawat aktif.
Berbeda dengan teknologi laser konvensional yang umumnya bekerja di permukaan kulit, Aviclear bekerja dengan menargetkan kelenjar sebasea secara selektif sehingga produksi minyak dapat dikendalikan tanpa merusak jaringan kulit di sekitarnya.
Teknologi ini kini tersedia di Indonesia melalui BMDerma sebagai salah satu pilihan terapi untuk pasien dengan jerawat sedang hingga berat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Moisturizer untuk Jerawat Mendem, Ampuh Redakan Peradangan
Pendekatan tersebut menawarkan alternatif bagi pasien yang selama ini bergantung pada terapi oral, termasuk isotretinoin.
Meski efektif untuk kasus tertentu, penggunaan isotretinoin harus berada di bawah pengawasan dokter karena memiliki sejumlah efek samping dan tidak dapat digunakan oleh semua pasien.
Melalui teknologi laser yang menyasar produksi minyak secara langsung, pasien memiliki pilihan lain yang tidak bergantung pada konsumsi obat oral dalam jangka panjang.
Sejumlah studi klinis internasional menunjukkan hasil yang menjanjikan. Perbaikan kondisi jerawat terus meningkat dalam beberapa bulan setelah terapi dilakukan, sekaligus membantu mengurangi risiko munculnya jerawat baru akibat produksi minyak berlebih.
Selain itu, prosedur ini juga dirancang agar nyaman bagi pasien. Teknologi pendingin yang terintegrasi membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama tindakan yang berlangsung sekitar 30 menit. Setelah prosedur selesai, pasien umumnya dapat kembali beraktivitas tanpa masa pemulihan yang panjang.
Keunggulan lainnya adalah kemampuannya digunakan pada berbagai jenis dan warna kulit, termasuk kulit sensitif yang sering memiliki keterbatasan terhadap terapi berbasis energi tertentu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Profil Dr. Timothy Astandu, Orang Indonesia Pertama yang Menjelajahi 197 Negara
-
Terpopuler: Sosok Alexandra Askandar hingga Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia
-
Menggambar dan Mewarnai, Cara Menyenangkan Asah Kreativitas Anak Sejak Dini
-
5 Lip Balm Paling Laris dengan Review Positif untuk Lembapkan Bibir Kering
-
5 Moisturizer Lokal Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas menurut Review dan Harga
-
Fandom Mark Lee Salurkan 5 Hewan Qurban untuk 300 Warga Pelosok Jawa Barat
-
FIFA World Cup 2026 Makin Dekat, Ini Cara Seru Menikmati Euforianya Bersama Keluarga
-
7 Pasangan Zodiak yang Diprediksi Paling Langgeng, Cocok Jadi Soulmate Seumur Hidup
-
Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Siapa Saja? Ini Daftar Stadionnya
-
3 Shio yang Hidupnya Bakal Berubah Drastis dan Jauh Lebih Baik di Juni 2026, Anda Termasuk?